BANDA ACEH — Pantauan di sejumlah toko emas menunjukkan harga emas perhiasan di ibu kota Aceh itu sama persis dengan perdagangan sehari sebelumnya. Tidak ada perubahan harga yang dialami konsumen dalam dua hari terakhir.
Meski harga dasar bertahan, konsumen yang berniat membeli emas perhiasan perlu menyiapkan dana lebih. Ongkos pembuatan per mayam berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung model dan tingkat kerumitan perhiasan yang dipilih.
Artinya, harga akhir yang harus dibayar pembeli bisa mencapai kisaran Rp8,09 juta hingga Rp8,19 juta per mayam. Selisih ini cukup signifikan dan perlu diperhitungkan saat bertransaksi.
Stagnasi harga emas perhiasan di Banda Aceh terjadi di tengah pergerakan harga emas dunia yang kerap berfluktuasi. Namun, belum ada faktor spesifik yang disebutkan, baik dari sisi suplai maupun permintaan lokal, yang menyebabkan harga bertahan di level saat ini.
Para pelaku usaha biasanya menyesuaikan harga jual berdasarkan acuan emas batangan Antam dan kurs rupiah terhadap dolar AS. Belum ada keterangan resmi dari pengrajin atau asosiasi toko emas setempat mengenai proyeksi harga ke depan.
Bagi warga yang berencana membeli emas perhiasan, bandingkan harga di beberapa toko. Selain harga dasar, ongkos pembuatan bisa sangat bervariasi antartoko dan model.
Pastikan juga menanyakan kebijakan buyback atau pembelian kembali emas bekas. Ini penting jika suatu saat ingin menjual kembali perhiasan tersebut. Sebagian toko emas di Banda Aceh menerima emas lama dengan potongan harga tertentu.