ACEH TENGGARA — Usulan perbaikan jembatan di depan TPA Aceh Tenggara telah diajukan ke program R3P dengan nilai anggaran Rp2,65 miliar. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Tenggara, Sujarno, ST, Senin (18/5/2026).
Jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur bagi armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menuju lokasi TPA. Jika terus dibiarkan rusak, aktivitas pengelolaan sampah di seluruh kabupaten terancam terganggu.
Kondisi ini sebelumnya disorot oleh Ketua DPD LSM Penjara, Pajri Gegoh Selian. Ia menegaskan bahwa kerusakan jembatan sudah cukup signifikan dan sangat mengganggu operasional kendaraan pemda.
“Sudah kita usulkan ke R3P, dan dana yang diusulkan untuk perbaikan jembatan tersebut diajukan sebesar Rp2,65 miliar,” ujar Sujarno saat dikonfirmasi.
Program R3P merupakan skema pendanaan pemeliharaan dan rehabilitasi infrastruktur daerah. Dengan masuknya usulan ini, diharapkan proses realisasi anggaran bisa berjalan lebih cepat.
Pajri Gegoh Selian meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada tahap pengusulan. “Jembatan ini akses kendaraan pembuangan sampah pemda. Lokasinya tepat di depan TPA Aceh Tenggara. Kalau terus dibiarkan rusak, tentu akan menghambat aktivitas pengangkutan sampah,” ungkapnya.
Ia mendesak agar perbaikan benar-benar terealisasi demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran operasional pengelolaan sampah.
Masyarakat kini menunggu persetujuan atas usulan tersebut. Proses pembangunan diharapkan dapat segera dilaksanakan agar kerusakan jembatan tidak semakin parah dan mengganggu aktivitas harian, terutama bagi armada pengangkut sampah yang melintas setiap hari.