BANDA ACEH — Warga antre sejak pagi di lokasi terakhir pasar murah Ramadan yang digelar Pemko Banda Aceh. Sarifah Harahap, ibu rumah tangga dari Gampong Lamteumen, mengaku lega bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga separuh dari biasanya.
“Sangat terbantu sekali dan senang dengan adanya pasar murah ini,” kata Sarifah. Suaminya bekerja sebagai penjual roti, dan tekanan harga bahan pokok menjelang Idul Adha membuat anggaran dapur semakin sempit.
Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Setdako Banda Aceh Harisman menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh. Pasar murah berlangsung di tiga lokasi berbeda: Lueng Bata, Pango Deah, dan Lampaseh Kota sebagai lokasi terakhir.
“Per lokasi ada 500 paket. Harapannya, menjelang Idul Adha dengan adanya pasar murah bisa membantu masyarakat untuk menekan gejolak harga di pasar,” ujar Harisman kepada wartawan di sela-sela kegiatan.
Dalam satu paket, warga mendapatkan 10 kg beras, satu papan telur, dua liter minyak goreng, dan dua kilogram gula pasir. Harga normal di pasaran untuk komoditas serupa bisa mencapai lebih dari Rp300 ribu, namun di pasar murah ini cukup ditebus Rp203 ribu saja.
Selisih Rp99 ribu per paket ditanggung oleh APBD melalui skema subsidi silang antara Pemko Banda Aceh dan Disperindag Aceh. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga yang biasa terjadi pada H-7 Idul Adha.
Harisman menambahkan bahwa Pemko Banda Aceh berencana menjadikan pasar murah sebagai program rutin dengan frekuensi lebih sering dan cakupan lebih luas. Alasannya, Banda Aceh berstatus sebagai kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menjadi barometer inflasi di Aceh.
“Kami akan terus mendorong agar pasar murah menjadi program rutin dengan intensitas lebih sering dan cakupan lebih luas,” tegasnya.
Warga berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar saat hari besar keagamaan, tetapi juga di momen-momen lain seperti awal tahun ajaran baru atau saat harga cabai dan bawang melonjak. “Kalau bisa sebulan sekali, itu lebih baik. Kami butuh sembako murah setiap hari, bukan hanya pas Lebaran,” ujar Sarifah.