Pelatih Persib Bojan Hodak Sebut Musim 2026 Paling Berat Sepanjang Kariernya di Bandung, Unggul Head to Head atas Borneo FC

Penulis: Jonatan Nasution  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:30:26 WIB
Pelatih Bojan Hodak menyebut musim 2026 sebagai tantangan terberat bersama Persib Bandung.

BANDUNG — Kepastian Persib Bandung menjadi kampiun Liga Super musim 2026 baru didapat setelah laga terakhir melawan Persijap berakhir imbang. Hasil itu membuat Persib mengoleksi 79 poin, sama dengan Borneo FC, namun unggul head to head yang mengantarkan mereka ke puncak klasemen.

Di tengah euforia gelar juara, Pelatih Bojan Hodak justru mengakui bahwa musim ini menjadi ujian terberat selama ia menangani tim. Ia menyebut perubahan skuad yang signifikan sejak awal kompetisi menjadi sumber utama ketidakstabilan permainan.

Perombakan Lima Pemain Inti Ganggu Konsistensi

Menurut Hodak, tim harus mengganti lima pemain utama dibandingkan dua musim sebelumnya. Komposisi pemain yang nyaris sama pada musim-musim sebelumnya membuat koordinasi berjalan lebih konsisten, sesuatu yang hilang di musim ini.

"Tahun ini mungkin salah satu musim tersulit bagi kami karena harus mengganti lima pemain di dalam tim utama," kata Bojan di Bandung, Sabtu.

Ia menambahkan bahwa proses adaptasi pemain baru memakan waktu hingga pertengahan musim. Dampaknya langsung terasa pada inkonsistensi hasil pertandingan di putaran pertama.

Mental Juara Jadi Pembeda di Laga Krusial

Meski dihantam tekanan persaingan yang ketat, Bojan Hodak menegaskan timnya mampu menjaga fokus dan kerja keras. Ia menyebut faktor mental juara menjadi pembeda saat tim menghadapi situasi sulit di lapangan.

"Bagaimanapun, kami berhasil melewati semua kesulitan itu dan tetap bisa bersaing hingga akhir," lanjutnya.

Keberhasilan Persib mempertahankan gelar di tengah perubahan skuad besar menjadi bukti bahwa kedalaman tim dan strategi pelatih mampu mengatasi tantangan. Dibanding dua musim sebelumnya, stabilitas tim memang lebih baik karena komposisi pemain relatif sama, sehingga koordinasi berjalan lebih konsisten dalam setiap pertandingan.

Persaingan Juara Super League 2026 Makin Sengit

Persaingan gelar musim ini tercatat paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. Persib dan Borneo FC finis dengan poin identik 79, memaksa penentuan juara melalui aturan head to head. Kondisi ini menunjukkan bahwa dominasi satu tim mulai terkikis oleh kekuatan kompetitor yang merata.

Bagi Bobotoh, gelar kali ini terasa istimewa karena diraih dalam situasi sulit. Sementara bagi Hodak, musim 2026 menjadi bukti bahwa kemampuan adaptasi dan mental juara sama pentingnya dengan kualitas individu pemain di atas kertas.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top