ACEH UTARA — Warga di kawasan Gampong Blang Rubek dikejutkan oleh semburan gas bercampur lumpur yang menyembur dari sumur bor air di tengah perkebunan kelapa sawit dan persawahan. Tak hanya lumpur, kobaran api setinggi 75 meter langsung menyala begitu gas keluar dari lubang bor pada Jumat (22/5/2026) lalu.
Peristiwa itu langsung mendapat respons cepat dari BPMA. Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan tim untuk memonitor secara aktif kondisi sumur tersebut sejak akhir pekan lalu.
BPMA tidak bergerak sendiri. Mereka langsung berkoordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) setempat, yakni Pema Global Energi. Langkah awal yang diambil adalah memastikan apakah semburan itu terkait dengan aktivitas sumur atau kebocoran pipa milik perusahaan di wilayah tersebut.
“Tim BPMA sudah kita instruksikan memonitor secara aktif sumur tersebut,” ungkap Edy di Banda Aceh, Minggu (24/5/2026).
Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (K3LL) Pema Global Energi juga telah diterjunkan ke lokasi. Mereka membawa alat ukur untuk mendeteksi kandungan gas yang masih tersisa di dalam sumur bor. “Indikasi paling mudah dengan melihat apakah masih ada apinya atau memang sudah total padam,” kata Edy.
BPMA mengimbau warga untuk sementara waktu tidak berada di sekitar lokasi kebakaran. Risiko ledakan susulan atau gas beracun masih mengintai jika tekanan di bawah tanah belum stabil.
Warga juga dilarang melakukan pengeboran sumur baru di kawasan tersebut sampai kondisi dinyatakan benar-benar aman. Edy menambahkan, masyarakat yang ingin membuat sumur air sebaiknya berkoordinasi terlebih dahulu dengan dinas terkait agar kejadian serupa tidak terulang.
BPMA saat ini terus melakukan persiapan teknis. Jika semburan tidak kunjung padam, mereka akan meminta dukungan penuh dari KKKS di bawah pengawasan BPMA untuk membantu pemerintah daerah menangani kejadian tersebut.
Hingga Senin (25/5/2026), tim masih berada di lapangan melakukan pemantauan. Belum ada laporan mengenai korban jiwa atau warga yang mengungsi akibat semburan api tersebut.