FIFA Hapus 388.000 Unggahan Bermuatan Kebencian Sepanjang Piala Dunia 2026

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 22:03:01 WIB
FIFA menghapus 388.000 unggahan bermuatan kebencian selama Piala Dunia 2026.

ACEH — Badan sepak bola dunia itu mengungkapkan total 3,8 juta unggahan dan komentar telah ditinjau secara manual maupun otomatis sejak turnamen dimulai di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Dari jumlah tersebut, 388.000 konten dinyatakan melanggar pedoman dan langsung dihapus.

30 Juta Konten Berbahaya Teridentifikasi

FIFA menyebut sistem pemantauan mereka telah meninjau lebih dari 250 juta komentar dan unggahan di berbagai platform. Dari angka itu, lebih dari 30 juta konten teridentifikasi sebagai unggahan berbahaya yang memerlukan tindakan lanjutan.

"Lebih dari 250 juta komentar dan unggahan telah ditinjau, dengan lebih dari 30 juta di antaranya diidentifikasi sebagai berbahaya," demikian pernyataan FIFA dikutip dari GulfNews, Kamis (18/6/2026).

Angka Penghapusan Lampaui Piala Dunia 2022

Lonjakan angka penghapusan cukup signifikan dibanding edisi sebelumnya. Di Piala Dunia 2022 Qatar, FIFA menghapus sekitar 287.000 unggahan dan komentar sepanjang turnamen. Kini di 2026, angka itu sudah terlewati meski turnamen belum sepenuhnya usai.

FIFA tidak merinci platform media sosial mana yang paling banyak menyumbang konten bermasalah. Namun, badan sepak bola dunia itu menegaskan komitmennya untuk melindungi pemain, ofisial, dan penggemar dari serangan daring selama ajang bergengsi ini berlangsung.

Langkah Preventif FIFA Melindungi Pemain

Program pengawasan ini merupakan bagian dari strategi FIFA untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman selama turnamen. Sejak Piala Dunia 2022, FIFA telah memperkuat kerja sama dengan platform media sosial untuk mempercepat proses moderasi konten.

Langkah ini dinilai krusial mengingat Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus dengan jangkauan audiens global yang lebih luas. FIFA berjanji akan terus memantau dan menindak tegas setiap bentuk ujaran kebencian hingga turnamen usai.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: sports.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top