MIMIKA — Sebanyak 50 anak dari lintas agama di Kabupaten Mimika menjalani sunat massal gratis dengan metode laser. Kegiatan yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Badan Kesbangpol setempat ini bukan sekadar bakti sosial, melainkan simbol nyata perkuatan nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
Kepala Badan Kesbangpol Mimika, Ronny S Marjen, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kerukunan yang telah dijalankan bersama FKUB. "Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan kerukunan yang telah dijalankan bersama FKUB," katanya dalam keterangan resmi.
Anak-anak yang mengikuti sunat massal berasal dari keluarga beragama Islam, Kristen, dan Katolik. Metode laser dipilih untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih modern dan minim rasa sakit bagi peserta.
Tidak hanya anak-anak, kegiatan ini juga menyasar para orang tua. Sebanyak 50 orang tua yang mendampingi anaknya mendapat materi wawasan kebangsaan. Edukasi ini bertujuan memperkuat nilai persatuan dan keberagaman di lingkungan keluarga sebagai fondasi utama menjaga kerukunan masyarakat.
Ronny menegaskan komitmen pemerintah daerah menjadikan Mimika sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya. "Sehingga tercipta kehidupan yang aman, nyaman, dan penuh toleransi," ujarnya.
Mimika dikenal sebagai daerah dengan tingkat kemajemukan tinggi dari sisi suku, agama, dan budaya. Ketua FKUB Mimika, Dr Jeffrey C Hutagalung, menekankan bahwa kolaborasi lintas institusi ini menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman bisa menjadi kekuatan pemersatu, bukan pemecah.
"Kegiatan ini bukan sekadar bakti sosial, melainkan juga pembelajaran tentang makna hidup bersama dalam harmoni dan semangat kebangsaan," tegas Dr Jeffrey.
Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara berkala. Dengan melibatkan anak-anak sejak usia dini, nilai-nilai toleransi dan kebangsaan diharapkan tertanam kuat hingga mereka dewasa. "Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai toleransi sejak dini sekaligus memperkuat peran keluarga, tokoh agama, dan pemerintah dalam menjaga kerukunan," pungkas Dr Jeffrey.
Kolaborasi antara FKUB dan Kesbangpol Mimika ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya seremonial, tetapi diisi aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.