BIREUEN — Ratusan ton beras dan minyak goreng dari Perum Bulog Lhokseumawe mulai dikirim ke 7 titik distribusi di Kecamatan Peudada. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat jatah 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Penerima bantuan diwajibkan membawa undangan dan KTP asli. Jika diwakilkan oleh anggota satu kartu keluarga (KK), perwakilan harus membawa undangan, KTP asli pihak yang mewakili, serta fotokopi KTP penerima yang diwakili.
Sementara itu, penerima pengganti wajib membawa undangan, KTP asli pengganti, fotokopi KTP pengganti, dan fotokopi kartu keluarga. Bantuan yang tidak diambil dalam waktu lima hari akan dialihkan ke penerima lain sesuai ketentuan.
Pergantian penerima dilakukan jika KPM meninggal dunia, pindah domisili, tercatat lebih dari satu kali, tidak ditemukan alamatnya, atau sudah mampu secara ekonomi. Penerima yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/Polri, atau perangkat daerah juga tidak berhak menerima bantuan.
Penerima pengganti diambil dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) cadangan. Prioritas diberikan kepada lansia tunggal, kepala rumah tangga perempuan miskin, dan penyandang disabilitas. Jika tidak ada pengganti dari DTSEN, bantuan bisa diberikan kepada anggota keluarga penerima yang meninggal namun masih satu KK dan berstatus miskin, atau keluarga miskin yang belum pernah menerima bantuan.
Koordinator Kecamatan Peudada, Muhammad Akhyar, mengatakan jadwal distribusi bisa berubah menyesuaikan ketersediaan stok beras dari gudang. “Jadwal memang telah kami tetapkan, tapi bisa bergeser apabila barang belum tercukupi untuk dibagikan. Kami harap masyarakat bersabar,” kata Akhyar.
Penyaluran tahap awal pada 5 Juni dipusatkan di beberapa lokasi. Berikut rinciannya:
Total penerima bantuan di Kecamatan Peudada mencapai 5.595 KK yang tersebar di puluhan gampong. Masyarakat diimbau mengecek jadwal dan lokasi distribusi sesuai undangan yang diterima.