BANDA ACEH — Kepengurusan baru Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di tingkat cabang se-Aceh rampung ditetapkan. DPP PKB mengesahkan Ketua DPC untuk 23 kabupaten/kota di provinsi ujung barat Indonesia itu pada Jumat, 12 Juni 2026, di Jakarta.
Penetapan ini menjadi sinyal kesiapan partai berlambang bola dunia tersebut untuk menghadapi kontestasi elektoral lima tahun mendatang. Proses seleksi yang dilakukan bersama DPW PKB Aceh dinilai telah menghasilkan figur-figur yang mumpuni.
Khairul Abrar IH, Wakil Ketua DPW PKB Aceh yang juga menjabat Ketua Yayasan Taman Istiqomah Atjeh, menegaskan bahwa para ketua DPC yang baru merupakan kader-kader muda yang tangguh. Mereka dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan siap membesarkan partai.
“Para Ketua DPC yang telah mendapat mandat dari DPP tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi Pemilu Legislatif 2029, tetapi juga memiliki potensi besar untuk diusung sebagai calon bupati maupun calon wali kota,” ujar Khairul dalam rilis yang diterima, Sabtu (13/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Khairul saat berada di Pidie Jaya. Ia tengah melakukan survei terkait program pengadaan air bersih, sumur bor, sumur gali, dan pembersihan sumur masyarakat di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua.
Dalam kesempatan itu, ia menilai kekuatan PKB Aceh saat ini semakin solid. Menurutnya, Ketua DPW PKB Aceh, Haji Ruslan Daud (HRD), merupakan figur yang sangat tepat untuk diusung sebagai calon Gubernur Aceh pada Pemilu 2029.
Di akhir pernyataannya, Khairul menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Ketua DPC PKB se-Aceh. Ia berharap para pengurus yang baru dapat terus memperkuat struktur partai, menambah kader, dan membangun sinergi dengan seluruh elemen partai di tingkat bawah.
“Teruslah hadir di tengah masyarakat, memperkuat konsolidasi partai, dan merebut hati pemilih melalui kerja nyata. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, PKB Aceh memiliki kekuatan penuh untuk menyongsong kemenangan pada tahun 2029,” pungkasnya.