NAGAN RAYA — Dosen Program Studi Magister Sosiologi Universitas Teuku Umar (UTU), Dr. Khairan, mengungkapkan kondisi memprihatinkan di desa-desa lingkar tambang berdasarkan hasil pendampingan sosial mahasiswa. Akses transportasi yang buruk menjadi persoalan paling mendasar yang mengancam keselamatan warga.
Menurut Khairan, masih ada desa yang terisolasi total akibat jembatan yang ambruk dan tidak kunjung diperbaiki. Warga harus bergantung pada rakit untuk keluar-masuk desa, termasuk saat kondisi darurat.
"Ketika terjadi kondisi darurat, termasuk ibu yang akan melahirkan, mereka harus melewati sungai untuk mendapatkan layanan kesehatan. Ini tentu berisiko dan tidak boleh terus dibiarkan," kata Khairan kepada Waspadaaceh.com, Jumat (12/6/2026).
Saat debit sungai meningkat, warga berpotensi terisolasi total dan tidak dapat keluar masuk desa. Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga membahayakan jiwa warga yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Selain infrastruktur, pendampingan sosial juga menemukan kasus anak-anak yang mengalami masalah gizi. Kelompok usaha rumah tangga di desa lingkar tambang juga belum berkembang akibat keterbatasan akses pasar dan minimnya pendampingan.
Khairan mengakui keberadaan PT Bara Energi Lestari membuka lapangan kerja dan menjalankan program pemberdayaan. Namun, dampak positif itu belum seimbang dengan persoalan sosial yang masih mengakar di permukiman warga.
"Jangan sampai desa yang berada di sekitar kawasan yang menghasilkan nilai ekonomi besar justru masih menghadapi persoalan dasar seperti akses transportasi, kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Menurut Khairan, pembangunan di kawasan lingkar tambang tidak boleh diukur semata dari aktivitas ekonomi. Peningkatan kualitas hidup masyarakat harus menjadi indikator utama keberhasilan industri di wilayah tersebut.
Ia mendesak pemerintah daerah, perusahaan tambang, dan pemangku kepentingan lainnya menjadikan desa-desa lingkar tambang sebagai prioritas pembangunan. Manfaat industri harus dirasakan secara lebih adil dan berkelanjutan oleh warga yang tinggal paling dekat dengan lokasi operasi.