ACEH — Samsung resmi menambah jajaran laptop premiumnya dengan Galaxy Book6 Edge, sebuah perangkat yang mengedepankan portabilitas dan kecerdasan buatan (AI) di atas segalanya. Dengan bobot hanya 1,55 kg dan ketebalan 12,3 mm, laptop ini menjadi pilihan paling ringan di antara saudara-saudaranya di seri Galaxy Book6.
Laptop ini mengusung layar sentuh AMOLED 16 inci dengan resolusi 2880 x 1800 piksel dan refresh rate 120 Hz. Dapur pacunya adalah Qualcomm Snapdragon X2 Elite (X2E-88-100), prosesor ARM yang dirancang untuk efisiensi daya dan komputasi AI.
Salah satu nilai jual utama Galaxy Book6 Edge adalah kemampuannya menjalankan tugas AI secara lokal. Dengan NPU yang mendukung performa hingga 80 TOPS, laptop ini bisa mengolah data AI tanpa harus terhubung ke cloud. Ini berguna untuk fitur seperti real-time translation, pengeditan foto berbasis AI, atau asisten virtual yang lebih responsif.
Dari segi portabilitas, bobot 1,55 kg membuatnya setara dengan ultrabook tipis pada umumnya. Keyboard dilengkapi lampu latar (backlit) dan numpad, sementara touchpad berukuran besar dengan permukaan yang bisa diklik.
Galaxy Book6 Edge dibanderol USD 2.100 (sekitar Rp34,6 juta). Posisinya berada di antara Galaxy Book6 biasa yang mulai USD 1.250 dan Galaxy Book6 Pro seharga USD 1.800. Adik kelas tertingginya, Galaxy Book6 Ultra, masih menjadi yang termahal di angka USD 2.900.
Samsung belum mengumumkan ketersediaan Galaxy Book6 Edge di Indonesia. Namun, melihat tren peluncuran produk Samsung sebelumnya, kemungkinan besar perangkat ini akan masuk pasar Tanah Air dalam beberapa bulan mendatang.
Dengan harga yang lebih tinggi dari Galaxy Book6 Pro, Edge jelas bukan laptop untuk semua orang. Keunggulan utamanya adalah bobot yang sangat ringan dan kemampuan AI lokal berkat chip Snapdragon X2 Elite. Namun, ada dua kekurangan yang perlu dicatat: RAM dan penyimpanan bersifat soldered alias tidak bisa di-upgrade pengguna. Ini berarti pembeli harus puas dengan konfigurasi 16 GB/1 TB yang ada.
Dibandingkan dengan laptop Windows ARM lain seperti Surface Laptop atau Lenovo ThinkPad X13s, Galaxy Book6 Edge menawarkan layar AMOLED yang lebih unggul dan dukungan WiFi 7. Namun, ekosistem aplikasi ARM untuk Windows masih menjadi pertimbangan—beberapa aplikasi x64 lama mungkin berjalan kurang optimal melalui emulasi.
Galaxy Book6 Edge adalah laptop yang paling cocok untuk profesional kreatif mobile yang sering bepergian dan membutuhkan perangkat ringan dengan daya tahan baterai panjang. Fitur AI lokal juga menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering bekerja dengan data sensitif dan tidak ingin mengandalkan komputasi awan. Namun, bagi pengguna yang membutuhkan upgrade RAM atau storage di masa depan, laptop ini bukan pilihan yang tepat.