CAS Space China Operasikan Superpabrik Roket untuk Produksi Massal Kinetica-2

Penulis: Ricki Manurung  •  Senin, 04 Mei 2026 | 03:25:01 WIB

CAS Space, perusahaan kedirgantaraan swasta asal China, resmi merampungkan pembangunan "superpabrik" roket di Shaoxing, Zhejiang, untuk memproduksi roket…

Dominasi China di sektor luar angkasa kini memasuki babak baru yang lebih agresif. Setelah sukses mengirim manusia ke orbit melalui Shenzhou-5 pada 2003 dan membawa pulang sampel dari sisi jauh Bulan lewat misi Chang’e 6, Beijing kini fokus pada efisiensi produksi. Kehadiran fasilitas baru milik CAS Space di Provinsi Zhejiang menjadi bukti nyata bahwa kuantitas dan kecepatan produksi kini setara pentingnya dengan pencapaian teknologi itu sendiri.

Integrasi Vertikal untuk Pangkas Rantai Pasok

Pabrik di Shaoxing ini bukan sekadar bengkel perakitan akhir yang menyatukan potongan komponen dari berbagai vendor. CAS Space mendesain fasilitas ini sebagai pusat manufaktur terintegrasi yang mampu memproduksi komponen esensial secara mandiri. Di dalamnya, perusahaan memproduksi tangki propelan, sistem perpipaan, katup, hingga struktur antar-tahap (interstage) secara simultan.

Konsentrasi produksi dalam satu atap ini bertujuan untuk mendekatkan proses manufaktur dengan logika industri otomotif. Dengan meminimalkan ketergantungan pada proses yang tersebar di berbagai lokasi, verifikasi kualitas dan integrasi komponen dapat dilakukan lebih cepat. Fokus utama pabrik ini adalah roket Kinetica-2, sebuah peluncur berbahan bakar cair yang menjadi andalan baru sektor swasta China.

Sistem Perakitan Paralel Berbasis Pulsa

Inovasi utama dalam superpabrik ini terletak pada metode produksinya. Li Qinfeng, Wakil Direktur Desain Kinetica-2, mengungkapkan bahwa fasilitas tersebut mengadopsi lini perakitan akhir dan pengujian berbasis pulsa (pulse-based assembly line). Sistem ini memungkinkan perakitan beberapa roket dilakukan secara paralel di jalur yang sama, mirip dengan jalur produksi pesawat komersial modern.

Strategi ini didukung oleh tiga pilar teknis:

  • Arsitektur Modular Terstandarisasi: Memudahkan penggantian dan penyesuaian komponen antar-unit roket.
  • Komponen Umum: Penggunaan suku cadang yang sama untuk berbagai varian peluncur guna menekan biaya produksi.
  • Prefabrikasi Tahap Inti: Mempercepat durasi perakitan akhir di fasilitas utama.

Li menegaskan bahwa tujuan akhir dari arsitektur ini adalah memperpendek siklus respons pesanan. Dengan demikian, CAS Space memiliki fleksibilitas tinggi untuk menyesuaikan jadwal peluncuran sesuai kebutuhan klien satelit komersial.

Mengejar Target 100 Peluncuran Setahun

Urgensi pembangunan superpabrik ini tidak lepas dari target ambisius otoritas ruang angkasa China. Sepanjang tahun ini, China diproyeksikan melakukan lebih dari 100 peluncuran, dengan lebih dari 60 misi di antaranya merupakan peluncuran komersial. Sektor swasta diharapkan mampu menopang setidaknya 30 peluncuran untuk memenuhi permintaan pasar satelit global yang terus tumbuh.

CAS Space sendiri menargetkan untuk melakukan sekitar sepuluh penerbangan Kinetica-2 sebelum akhir 2028. Rangkaian misi ini akan menjadi ajang pembuktian teknologi penggunaan kembali (reusability). Perusahaan berencana menguji kontrol aerodinamis saat fase turun hingga pembakaran ulang mesin tahap pertama untuk upaya pendaratan vertikal, serupa dengan teknologi yang dipopulerkan oleh SpaceX.

Menuju Kapasitas Penuh dalam Lima Tahun

Meski fasilitas ini telah diumumkan beroperasi, CAS Space bersikap realistis mengenai target produksinya. Dua tahun pertama operasional akan difokuskan pada optimasi proses dan peningkatan standar kualitas. Perusahaan memproyeksikan kapasitas penuh sebanyak 12 roket per tahun baru akan tercapai dalam rentang waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

Kinetica-2 sendiri telah mencatatkan tonggak sejarah melalui penerbangan perdana pada 30 Maret 2026 (berdasarkan data roadmap perusahaan). Dalam misi tersebut, roket ini sukses menempatkan satelit demonstrasi teknologi New March 01, kapal kargo eksperimental New March 02, dan satelit edukasi TS 01 ke orbit. Keberhasilan operasional superpabrik di Shaoxing akan menentukan apakah Kinetica-2 bisa menjadi "workhorse" atau kuda beban utama bagi ambisi komersial luar angkasa China di masa depan.

Reporter: Ricki Manurung
Back to top