Erupsi Gunung Dukono Tewaskan Tiga Pendaki Termasuk Dua WNA Singapura

Penulis: Jonatan Nasution  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:34:01 WIB
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara.

HALMAHERA UTARA — Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran masih berlangsung di lereng Gunung Dukono, Maluku Utara, setelah letusan hebat pada Jumat (8/5/2026) pagi memakan korban jiwa. Tim SAR gabungan mengonfirmasi tiga orang meninggal dunia, yang terdiri dari dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura dan satu warga negara Indonesia.

Hingga memasuki hari kedua pencarian pada Sabtu (9/5/2026), fokus utama petugas adalah menyisir area puncak untuk memastikan tidak ada lagi pendaki yang tertinggal. Upaya evakuasi sebelumnya telah berhasil menurunkan 17 pendaki dari zona bahaya dalam kondisi selamat, termasuk beberapa rekan korban asal Singapura dan pendaki lokal.

Identitas Korban dan Evakuasi 17 Pendaki Selamat

Insiden maut ini terjadi saat para pendaki berada di posisi yang sangat dekat dengan kawah ketika erupsi mendadak meletus. Tim gabungan yang bergerak cepat sejak laporan pertama masuk berhasil menjangkau belasan orang yang terjebak di tengah hujan abu pekat. Kelompok yang selamat kini telah dievakuasi ke posko kesehatan di Desa Mamuya untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak berwenang masih melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap jenazah para korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan kedutaan besar terkait. Fokus pencarian kini beralih pada pemastian manifes pendakian, mengingat ada kekhawatiran adanya pendaki ilegal atau tidak terdaftar yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Analisis PVMBG: Kolom Abu Mencapai 11 Kilometer

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan terjadi tepat pada pukul 07.41 WIT. Erupsi ini memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 10.000 meter dari puncak kawah, atau mencapai ketinggian 11.087 meter di atas permukaan laut. Tekanan gas yang sangat kuat membuat material vulkanik berwarna kelabu gelap hingga hitam pekat terlontar ke arah utara dengan intensitas tebal.

“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10.000 m di atas puncak,” tulis pernyataan resmi PVMBG dalam laporan aktivitas vulkanik terbarunya.

Hingga saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Dukono dilaporkan masih fluktuatif dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan. Masyarakat dilarang keras mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer karena ancaman lontaran batu pijar dan gas beracun yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Operasi SAR Gunakan Drone Sisir Radius Bahaya

Mengingat medan yang sulit dan risiko erupsi susulan, Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Polda Maluku Utara mengerahkan teknologi pesawat tanpa awak atau drone untuk memantau kondisi dari udara. Penggunaan drone ini bertujuan untuk memetakan titik-titik yang sulit dijangkau oleh personel darat di sekitar kawah aktif.

Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Utara, Komisaris Besar Polisi Handri Wira Suriyana, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan 30 personel tambahan untuk memperkuat tim SAR gabungan. Sebanyak enam personel khusus juga diterjunkan untuk mengoperasikan peralatan pemantauan udara di Posko SAR Terpadu.

“Kami akan mengoptimalkan proses pencarian dan penyelamatan korban. Kami berharap seluruh korban dapat segera dievakuasi dan proses pencarian berjalan dengan lancar,” ujar Kombes Pol Handri Wira Suriyana saat memberikan keterangan di Desa Mamuya, Kecamatan Tobelo.

Warga yang tinggal di kaki gunung juga diinstruksikan untuk mengenakan masker penutup hidung dan mulut secara disiplin. Partikel abu vulkanik yang sangat halus dilaporkan telah mulai menyelimuti beberapa pemukiman, yang berisiko tinggi menyebabkan gangguan pernapasan akut jika terhirup dalam jangka panjang.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: waspadaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top