ACEH — Pameran bilateral Indonesia-China yang berlangsung di Jakarta International Expo itu menjadi panggung bagi MMS Resources untuk memetakan kebutuhan teknologi masa depan. Perusahaan tidak hanya mencari peralatan baru, tetapi juga sistem yang bisa mengintegrasikan operasi tambang yang lebih ramah lingkungan.
Head of Marketing MMS Resources, Muhamad Saly Putra, mengatakan forum seperti ICEE menunjukkan hubungan Indonesia dan China sudah melampaui transaksi jual-beli biasa. "Sekarang sudah berkembang menjadi kemitraan strategis dalam rantai pasok energi regional," ujarnya di sela pameran, pekan lalu.
Menurut Saly, dinamika pasar global saat ini menuntut tiga hal utama: kepastian pasokan (continuity of supply), reliabilitas, dan komunikasi terbuka. Tanpa itu, keberlanjutan industri jangka panjang sulit terwujud. Pameran bertema "Cooperation for New Development in Energy" ini dimanfaatkan perusahaan untuk memperkuat jejaring global sekaligus memetakan arah transformasi operasional.
MMS Resources membidik sejumlah teknologi mutakhir asal China yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri batu bara nasional. Beberapa di antaranya mencakup sistem otomatisasi alat berat, perangkat monitoring emisi real-time, serta teknologi pengolahan limbah tambang yang lebih efisien.
Adopsi teknologi ini tidak hanya bertujuan menekan biaya operasional, tetapi juga menjawab tekanan global terhadap praktik pertambangan berkelanjutan. Perusahaan ingin membuktikan bahwa efisiensi dan kelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.
Sebagai subholding pertambangan MMSGI, MMS Resources selama ini dikenal sebagai integrated mining management yang menangani jasa pengelolaan tambang dari hulu ke hilir. Dengan menjajaki kerja sama teknologi dari China, perusahaan berharap bisa menawarkan solusi yang lebih kompetitif di tengah persaingan ketat sektor energi regional.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa perusahaan serius beradaptasi dengan tren transisi energi, tanpa meninggalkan bisnis inti batu bara yang masih menjadi tulang punggung pendapatan.
Ke depan, MMS Resources akan terus menjajaki peluang integrasi teknologi baru yang bisa diterapkan di lapangan. Pameran ICEE 2026 dianggap sebagai titik awal untuk mempercepat transformasi operasional yang lebih modern dan berkelanjutan.