BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di 20 Wilayah Aceh, Warga Diminta Waspada Banjir hingga 21 Juni 2026

Penulis: Alfian Batubara  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02:31 WIB
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di 20 wilayah Aceh hingga 21 Juni 2026.

BANDA ACEH — Sebanyak 20 wilayah di Aceh berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam tiga hari ke depan. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh memperingatkan dampak cuaca ekstrem ini bisa memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Terdampak?

Forecaster on Duty BMKG SIM Banda Aceh, Angga Dirta, menyebutkan sejumlah kabupaten dan kota masuk dalam daftar peringatan dini. Pada Jumat (19/6), potensi hujan lebat meliputi Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Barat Daya, dan Subulussalam.

Pada 20 Juni, wilayah yang berpotensi terdampak masih didominasi kawasan pesisir barat, tengah, dan timur Aceh. Sementara itu, pada 21 Juni, potensi hujan lebat diprakirakan terjadi di Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, dan Gayo Lues.

Angin Kencang Mengancam Wilayah Pesisir

Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang. Pada 19 Juni, angin kencang diprakirakan terjadi di Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Kota Sabang. Keesokan harinya, ancaman angin kencang masih mengintai Aceh Besar dan Aceh Selatan.

“Fenomena ini dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari,” kata Angga dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Penyebab Cuaca Ekstrem: Gelombang Rossby dan Kelvin

BMKG menjelaskan kondisi cuaca ini dipengaruhi aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Gelombang Kelvin di Samudra Hindia barat Sumatera. Selain itu, adanya belokan angin di wilayah Aceh turut mendukung pertumbuhan awan hujan.

Suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatera juga meningkatkan penguapan dan pasokan uap air ke atmosfer. Hal ini memperkuat pembentukan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan deras secara tiba-tiba.

Imbauan BMKG dan Pantauan Titik Panas

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi. “Masyarakat diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan dan terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG,” ujar Angga.

Di sisi lain, hasil pemantauan satelit BMKG pada 18 Juni 2026 mendeteksi tiga titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan sedang di Aceh. Titik panas tersebut berada di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, serta Kecamatan Penanggalan dan Rundeng di Kota Subulussalam.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top