BANDA ACEH — Afdhal mengajak seluruh warga berpartisipasi aktif dalam sensus yang digelar satu dekade sekali itu. Ia menekankan pentingnya data akurat untuk perencanaan pembangunan kota.
“Kita mengharapkan warga memberikan data yang akurat ketika sensus dilakukan sebagai dukungan data untuk kami lebih konkret lagi dalam mengambil kebijakan-kebijakan untuk Kota Banda Aceh yang lebih baik,” kata Afdhal.
Kepala BPS Kota Banda Aceh Tedi Herdiawan memastikan masyarakat tidak perlu khawatir soal keamanan data. Informasi terkait pendapatan, pengeluaran, hingga aset yang diberikan akan dilindungi kerahasiaannya.
“Data tersebut insya Allah akan dijaga kerahasiaannya sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujar Tedi di hadapan awak media usai mendata wakil wali kota.
Tedi menambahkan, partisipasi Afdhal menjadi contoh bahwa sensus bukan hanya untuk warga biasa. Ia berharap langkah ini memudahkan petugas saat mendatangi rumah-rumah warga di 9 kecamatan se-Banda Aceh.
“Pak Wakil saja mau disensus, apalagi masyarakatnya. Ayo khususnya warga Kota Banda Aceh, kami berharap untuk menerima kedatangan petugas sensus ekonomi, diisi datanya,” kata Tedi.
Berbeda dengan sensus sebelumnya, Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh rumah tangga, tidak terbatas pada pemilik usaha. Data yang terkumpul akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat kota hingga nasional.
“Data ini sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan perekonomian kita. Karena sensus ekonomi ini tidak hanya tanggung jawab BPS tetapi adalah tanggung jawab semua termasuk juga para pembuat kebijakan,” tutup Tedi.
Afdhal menambahkan, data dari BPS akan memperkuat kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh ke depan. Ia meminta warga tidak ragu menerima kedatangan petugas yang tengah melakukan pendataan lapangan.