ACEH — PT Wijaya WIKA Rekayasa Konstruksi (WIKA REKON) menggarap proyek Bintan Offshore Marine Centre (BOMC) Wharf Construction Project di Kepulauan Riau dengan skema EPC. Dermaga ini bakal menopang operasional sektor pertambangan, minyak dan gas, serta logistik di kawasan Bintan yang selama ini bergantung pada fasilitas bersama berteknologi tinggi.
Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk itu memegang lingkup engineering, procurement, dan construction (EPC) untuk dermaga BOMC. Pembangunan ditandai lewat groundbreaking, dengan target menghadirkan fasilitas dermaga yang melayani aktivitas maritim dan logistik industri.
BOMC diposisikan sebagai high-tech common-user facility — fasilitas bersama yang dipakai banyak perusahaan, bukan dermaga eksklusif satu korporasi. Cakupan layanannya meliputi manufaktur, fabrikasi, perbaikan, modifikasi, hingga logistik proyek.
Kebutuhan dermaga di Bintan tumbuh seiring aktivitas pertambangan, migas, dan maritim di kawasan tersebut. Selama ini perusahaan-perusahaan itu menanggung biaya besar untuk membangun dan merawat fasilitas pelabuhan sendiri.
Kehadiran dermaga bersama memungkinkan mereka berbagi infrastruktur, memangkas belanja modal, dan mempercepat perputaran barang. Rantai pasok industri yang kian terintegrasi menuntut titik sandar yang siap menampung material proyek berukuran besar.
WIKA REKON menerapkan metode guide beam dalam pemancangan combi-wall. Alat bantu itu menjaga posisi dan keselarasan elemen struktur selama proses pemasangan berlangsung.
Pemancangan combi-wall menjadi krusial karena dinding penahan tanah dan air di tepi laut harus presisi. Kesalahan posisi sedikit saja bisa berdampak pada kekuatan struktur dan umur layanan dermaga.
"Pembangunan fasilitas ini tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga pada dukungannya terhadap kebutuhan operasional industri dan pengembangan kawasan," ujar Manager Proyek WIKA REKON dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
BOMC dirancang melayani klien di kawasan Asia Timur. Posisi Bintan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia memberi keunggulan geografis untuk layanan industri dan logistik lintas kawasan.
Kepulauan Riau sendiri telah lama menjadi pintu masuk investasi sektor maritim dan migas. Kawasan Bintan dan Batam menampung sejumlah galangan kapal serta basis penunjang operasi lepas pantai.
"Melalui pembangunan Proyek BOMC Wharf, WIKA REKON berharap dapat mendukung kelancaran aktivitas maritim dan logistik di Bintan serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," tutup Manager Proyek tersebut.
Bagi WIKA REKON, proyek ini menambah portofolio konstruksi maritim di luar infrastruktur jalan dan gedung. Pasar dermaga industri dinilai prospektif seiring geliat sektor energi dan logistik di kawasan barat Indonesia.