Pencarian

Destry Sebut Arah BI Rate Bergantung Data, Bukan Ikuti The Fed

Jumat, 30 Oktober 2026 • 09:36:31 WIB
Destry Sebut Arah BI Rate Bergantung Data, Bukan Ikuti The Fed
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan pernyataan mengenai arah BI Rate dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin 2026 di Jakarta.

ACEH — Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan arah suku bunga acuan BI Rate akan ditentukan oleh perkembangan data ekonomi dan kondisi pasar, bukan semata mengikuti langkah Federal Reserve. Pernyataan itu disampaikan di tengah spekulasi pasar soal kemungkinan kenaikan BI Rate menutup 2026.

Destry menyampaikan hal itu di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Menurutnya, bank sentral tidak terpaku pada satu instrumen saja dalam merespons tekanan eksternal.

"[Kita masih mengacu] data dependent. Nanti kita lihat perkembangannya seperti apa. Karena kita punya kebijakan banyak instrumennya, enggak hanya suku bunga saja," kata Destry.

Empat Instrumen Selain Suku Bunga

Bank Indonesia memegang sejumlah perkakas kebijakan moneter yang bisa dipakai bergantian atau bersamaan, tergantung jenis tekanan yang muncul. Destry menyebut insentif biaya lindung nilai (hedging) sebagai salah satu yang disiapkan untuk meredam gejolak di pasar valas.

Instrumen lain adalah kebijakan makroprudensial yang menyasar sektor keuangan, serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang selama ini jadi andalan menyerap likuiditas dan menahan tekanan terhadap rupiah.

Kombinasi tersebut, menurut Destry, memungkinkan bank sentral merespons dinamika pasar keuangan dan menjaga stabilitas nilai tukar tanpa harus selalu menaikkan atau menurunkan suku bunga acuan.

Mengapa Pasar Menunggu Arah The Fed

Pernyataan Destry muncul saat pasar mencermati arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat menjelang penutupan 2026. Pergerakan Fed kerap menjadi acuan karena selisih imbal hasil antara aset rupiah dan dolar memengaruhi aliran modal asing ke Indonesia.

Namun Destry menempatkan data domestik sebagai penentu utama. Sikap itu memberi ruang bagi BI untuk bergerak lebih luwes ketimbang sekadar menyalin keputusan The Fed.

Apa Artinya bagi Pelaku Pasar

Bagi investor obligasi dan pelaku pasar uang, sinyal data dependent berarti arah BI Rate tidak bisa dibaca hanya dari jadwal rapat The Fed. Perhatian perlu diarahkan ke rilis inflasi, neraca perdagangan, dan pergerakan cadangan devisa yang menjadi bahan pertimbangan bank sentral.

Untuk kalangan usaha, penegasan Destry mengisyaratkan biaya pendanaan tidak otomatis naik meski tekanan eksternal menguat. Selama instrumen lain dinilai cukup, BI punya pilihan menahan suku bunga sambil memakai hedging dan SRBI untuk menstabilkan rupiah.

Destry tidak merinci kapan bank sentral akan mengubah stance kebijakan. Ia hanya memastikan setiap keputusan diambil setelah melihat perkembangan data dan kondisi pasar keuangan terkini.

Follow www.redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks