Mobil REEV Epicland X9 Terbakar Usai Ditabrak Truk, Baterai LFP Tetap Utuh

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35:01 WIB
Mobil REEV Epicland X9 terbakar setelah ditabrak truk sampah di Taizhou, China.

ACEH — Epicland X9, SUV enam penumpang berbasis range extended electric vehicle (REEV), terbakar setelah ditabrak truk sampah di Taizhou, China. Pemeriksaan pascainsiden memastikan paket baterai LFP dari CATL tidak mengalami kerusakan, dan sumber api disebut berasal dari komponen mesin pembakaran internal. Ketiga penumpang selamat tanpa cedera.

Insiden yang menimpa Epicland X9 menjadi ujian keselamatan pertama bagi SUV premium hasil kolaborasi Dongfeng dan Huawei Qiankun tersebut. Model itu baru diperkenalkan ke publik pada 24 September 2026, sehingga kecelakaan ini langsung menarik perhatian pengamat otomotif China.

Kronologi Tabrakan Beruntun di Taizhou

Berdasarkan investigasi internal perusahaan, X9 dalam kondisi berhenti total ketika ditabrak dari belakang oleh truk sampah bermuatan penuh yang melaju dengan kecepatan tinggi. Benturan dari arah belakang itu cukup parah hingga memicu kebakaran pada kendaraan.

Bagian buritan X9 mulai mengeluarkan asap tak lama setelah tabrakan, lalu api membesar saat kendaraan menunggu petugas kepolisian lalu lintas tiba di lokasi. Tim tanggap darurat berhasil memadamkan api sebelum menjalar lebih luas.

Baterai LFP CATL Dipastikan Tidak Terbakar

Fokus pemeriksaan pascakebakaran langsung diarahkan ke paket baterai. Hasil pengecekan menunjukkan sel Lithium Iron Phosphate (LFP) pasokan CATL pada X9 tetap dalam kondisi utuh, tidak mengalami thermal runaway maupun kerusakan struktur.

Epicland menyatakan sumber api berada di komponen mesin pembakaran internal, khususnya bagian yang berkaitan dengan sistem bahan bakar. Kesimpulan itu sekaligus membantah dugaan awal bahwa kebakaran dipicu oleh sistem kelistrikan bertegangan tinggi.

Pintu Berfungsi, Tiga Penumpang Evakuasi Mandiri

General Manager Epicland Zeng Qinglin menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Menurutnya, sistem pintu kendaraan tetap bekerja normal seusai benturan sehingga penumpang bisa keluar sendiri.

"Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Ketiga penumpang di dalam kendaraan tidak mengalami cedera. Pintu kendaraan berfungsi dengan baik, sehingga para penumpang dapat segera mengevakuasi diri ke tempat yang aman," kata Zeng Qinglin.

Klaim tersebut menjadi poin penting bagi Epicland. Pada banyak kasus kebakaran mobil listrik, kegagalan sistem pintu elektrik kerap memperparah risiko bagi penghuni kabin.

Mengapa REEV Rawan Disalahpahami

Epicland X9 mengusung arsitektur REEV, di mana mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, bukan penggerak roda langsung. Konfigurasi itu membuat kendaraan membawa dua sistem energi sekaligus: paket baterai besar dan tangki bahan bakar.

Kombinasi tersebut menjelaskan mengapa insiden kebakaran pada REEV sering langsung dikaitkan dengan baterai. Padahal, komponen sistem bahan bakar pada mesin ICE punya risiko kebakaran sendiri, terutama setelah benturan keras dari arah belakang yang berpotensi merusak jalur pipa dan tangki.

Implikasi bagi Pasar REEV yang Tengah Tumbuh

Insiden di Taizhou menjadi catatan tersendiri bagi segmen REEV yang sedang berkembang pesat di China. Model seperti Li Auto L Series dan Aito M9 bersaing ketat di ceruk yang sama, dan isu keselamatan pascatabrakan kerap menjadi pertimbangan utama konsumen.

Epicland belum mengumumkan langkah lanjutan seperti inspeksi massal atau pembaruan desain pada area tangki bahan bakar X9. Perusahaan hanya menegaskan bahwa investigasi internal telah selesai dan hasilnya diserahkan kepada otoritas setempat.

Bagi konsumen di pasar global, kasus ini menegaskan satu hal: pada kendaraan REEV, evaluasi keselamatan tidak cukup berhenti di spesifikasi baterai. Proteksi struktur tangki bahan bakar dan jalur pipa di area buritan sama krusialnya.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top