Pencarian

Film Dokumenter Vatikan "Green Lava" Masuk Buruan Oscar, Hollywood Ventures Group Gabung

Senin, 02 November 2026 • 22:03:01 WIB
Film Dokumenter Vatikan
Film dokumenter pendek produksi Vatikan, "Green Lava", diajukan ke ajang Academy Awards.

ACEH — Hollywood Ventures Group resmi bergabung sebagai mitra produksi film dokumenter pendek "Green Lava", karya pertama produksi Vatikan yang diajukan ke ajang Academy Awards. Glenn S. Gainor, Sandy Climan, Nelly Kim, dan Nabeel Laher masuk sebagai produser eksekutif mendampingi John Shufeldt MD di film berdurasi 39 menit itu. "Green Lava" sendiri telah menuntaskan masa tayang kualifikasi Oscar di Lumiere Music Hall, Beverly Hills.

Green Lava disutradarai Lia Beltrami dan Ali Aksu, diproduksi bersama Vatican News, Radio Vaticana, dan Vatican Media. Film ini menyorot Giacomo Mattivi, pemuda Italia penyandang Duchenne Muscular Dystrophy, yang harus menghadapi hidup tanpa sang kakak, Mattia, setelah Mattia meninggal karena penyakit yang sama.

Latar Pegunungan Dolomites menjadi kanvas visual dokumenter ini. Sinopsisnya menggambarkan Giacomo yang menantang batasan kondisi fisiknya dan menemukan kekuatan dari komunitas serta alam di sekitarnya.

Jejak Pertama Vatikan di Oscar

Green Lava tercatat sebagai film pertama yang diajukan Vatikan untuk pertimbangan Oscar sepanjang 97 tahun sejarah Academy Awards. Kendati demikian, film ini tidak mewakili Vatikan secara resmi dalam kompetisi.

Kategori film pendek tidak mensyaratkan pengajuan atau dukungan resmi dari pemerintah maupun komite negara tertentu, berbeda dengan kategori film fitur internasional. Karena itu, status "produksi Vatikan" di sini lebih pada asal produksi ketimbang pencalonan negara.

Deretan Produser Eksekutif Baru

Gainor dan Climan mendirikan Hollywood Ventures Group sebagai rumah produksi sekaligus konsultan film. Gainor sebelumnya memegang posisi senior di Amazon MGM Studios dan Screen Gems milik Sony, sementara Climan pernah menjadi eksekutif senior di CAA, Universal Studios, dan MGM.

Keempat produser eksekutif baru menyampaikan pernyataan bersama soal keputusan bergabung. "Green Lava adalah bukti mengharukan tentang ketangguhan semangat manusia dan kekuatan harapan yang luar biasa," ujar Gainor, Climan, Kim, dan Laher.

Mereka menyebut Beltrami dan Aksu telah meracik film yang layak disaksikan penonton di seluruh dunia. HVG menyatakan siap menjadi mitra produksi strategis dengan memanfaatkan jaringan global untuk memperluas jangkauan dan menjajaki peluang distribusi film.

Kata Sutradara Soal Giacomo

Beltrami menyebut kolaborasi dengan Hollywood Ventures Group akan membantu "memperlebar tenda", meminjam ungkapan alkitabiah, agar pesan Giacomo sampai ke publik dunia. Ia menyebut Green Lava sebagai kidung kehidupan dan ajakan menikmati setiap momen sepenuhnya.

"Giacomo hidup setiap hari dekat dengan garis yang kebanyakan dari kita hindari seumur hidup, dan kedekatan itu membuatnya lebih hidup, bukan kurang," kata Aksu, sutradara sekaligus produser film.

Aksu menggambarkan Giacomo sebagai pribadi lucu, keras kepala, penasaran, dan sangat hadir. Baginya, membawa kisah itu ke layar bersama Vatican Media sebagai film produksi Vatikan pertama yang masuk bursa Oscar menjadi salah satu kehormatan terbesar dalam kariernya.

Produksi dan Rencana Berikutnya

Rumah produksi Beltrami, Emotions to Generate Change, menggarap Green Lava bersama Vatican News, Radio Vaticana, dan Vatican Media. Aksu dan Beltrami bertindak sebagai produser bersama David Dubinsky dan Dominique Appleby yang berbasis di Los Angeles.

Green Lava melengkapi daftar internasional Hollywood Ventures Group, yang juga mencakup thriller "The Final Bet" berlatar Casablanca. bagi industri film Indonesia, langkah HVG mendukung dokumenter pendek produksi Vatikan menunjukkan bagaimana jaringan produksi global makin terbuka pada cerita-cerita bernuansa spiritual dan kemanusiaan.

Follow www.redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks