Muhammad Rafatan (11) di Aceh Timur Putus Sekolah Demi Bantu Ibu Sakit dan Empat Kakak-Adik, Hidup dari Belas Kasih Warung

Penulis: Jonatan Nasution  •  Senin, 01 Juni 2026 | 22:56:01 WIB
Muhammad Rafatan (11) di Aceh Timur berhenti sekolah untuk membantu keluarga akibat kondisi ekonomi sulit.

ACEH TIMUR — Dua tahun setelah kehilangan ayahnya, Muhammad Rafatan harus menyaksikan kondisi kesehatan ibunya yang terus menurun. Di usianya yang baru 11 tahun, ia mengambil peran sebagai pencari nafkah tambahan bersama kakaknya.

Setiap hari, Rafatan dan kakaknya mendatangi warung-warung di sekitar Desa Matang Pineung untuk meminta bantuan. Hasilnya tidak menentu, tapi cukup untuk menyambung hidup bersama dua kakak dan dua adik yang masih kecil.

Tak Lagi Duduk di Bangku SD, Hanya Mengaji Malam Hari

Keterbatasan ekonomi memaksa Rafatan berhenti bersekolah. Ia kini hanya mengikuti kegiatan mengaji pada malam hari di balai pengajian dekat rumahnya.

"Sekarang saya tidak sekolah lagi, cuma mengaji pada malam hari di balai pengajian dekat rumah," ujar Rafatan kepada suaraindonesia-news.com, Senin (1/6).

Rafatan adalah satu dari sekian banyak anak di Aceh yang kehilangan akses pendidikan akibat tekanan ekonomi pascakehilangan orang tua. Data Dinas Sosial setempat mencatat masih banyak kasus serupa yang belum tertangani optimal.

Tanggung Jawab di Usia Belia: Merawat Adik di Tengah Ibu Sakit

Selain harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ayah, Rafatan juga menyaksikan langsung kondisi ibunya yang sedang sakit. Ia tetap berusaha menjalani hari-hari dengan semangat, meski masa kanak-kanaknya berbeda jauh dari anak-anak seusianya.

Rafatan menunjukkan rasa tanggung jawab besar terhadap adik-adiknya. Ia menjadi sandaran keluarga di saat ibunya tidak bisa beraktivitas penuh.

Pemerintah dan Lembaga Sosial Didorong Turun Tangan

Kisah Rafatan menjadi gambaran bahwa masih banyak anak-anak di Aceh Timur yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat. Akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial menjadi kebutuhan mendesak agar anak-anak dalam kondisi serupa tidak kehilangan haknya.

Harapannya, berbagai pihak dapat memberikan dukungan kepada keluarga seperti Rafatan, sehingga anak-anak ini memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, meraih cita-cita, dan menikmati masa tumbuh kembang yang layak.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: suaraindonesia-news.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top