BANDA ACEH — Tiga karya inovatif yang mengusung tema ekonomi kreatif, wisata halal, kesehatan, dan digitalisasi berkelanjutan menjadi kunci kemenangan mahasiswa UIN Ar-Raniry di ajang Catalyst Future Competition X Asia. Karya-karya tersebut dinilai dewan juri mampu menawarkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Raih Grand Champion dan Enam Penghargaan Lainnya
Dalam kompetisi yang digelar di Padang, Sumatera Barat, pada 23–24 Mei 2026, kontingen UIN Ar-Raniry tak hanya merebut gelar juara umum. Mereka juga membawa pulang Gold Medal, Silver Medal, Bronze Medal, Juara III Final Essay, serta dua penghargaan Best Poster.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, menyebut capaian ini menjadi modal penting bagi kampus untuk terus memperkuat reputasi di tingkat nasional maupun internasional. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Ar-Raniry tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan gagasan kreatif dan inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya saat penyambutan di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).
Tim dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
Seluruh anggota kontingen berasal dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam–Islamic Economic Forum (KSEI IEFor). Mereka didampingi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSH, Prof Ali, saat bertemu rektor.
Menurut Prof Ali, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa sejak tahap penyusunan karya, pengembangan inovasi, hingga presentasi di hadapan dewan juri. “Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa UIN Ar-Raniry bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujarnya.
Siapa Saja Anggota Kontingen Peraih Juara Umum?
Kontingen UIN Ar-Raniry yang meraih juara umum terdiri dari sembilan mahasiswa: Angga Irwansyah, Muhammad Hafiz Faqi, Mulia Andika Putra, Muhammad Firzatullah, Revaldo Rizqa De Caprio, Ilham Al-Bukhari, Naila Sabrina Azkia, Muhammad Raisunnadhif, dan Zahra Munawarah.
Rektor berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama UIN Ar-Raniry di kancah yang lebih luas. “Ini bukti bahwa mahasiswa Aceh mampu bersaing dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” pungkas Mujiburrahman.