BANDA ACEH — Proses pencarian terhadap Faiz Hidayat, pendaki asal Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, memasuki hari ketiga sejak ia dilaporkan hilang kontak di Gunung Seulawah. Tim SAR gabungan dari Basarnas Banda Aceh, kepolisian, TNI, dan relawan terus menyisiri jalur pendakian dan area sekitar puncak gunung setinggi 1.810 meter di atas permukaan laut tersebut.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan korban bersama rekannya mencapai puncak Gunung Seulawah pada Minggu (31/5) setelah beberapa jam pendakian. Saat rombongan bersiap turun, Faiz tidak lagi terlihat di antara anggota kelompok.
"Rekannya menyebutkan korban terakhir terlihat di area puncak Gunung Seulawah. Rekannya sempat mencari korban, tetapi belum ditemukan," kata Ibnu dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Selasa (2/6).
Laporan resmi baru diterima Basarnas dari personel kepolisian pada Selasa kemarin, yang kemudian memicu mobilisasi tim penyelamat ke lokasi di Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.
Untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses, tim SAR membawa peralatan khusus. Drone thermal digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dari udara, sementara unit K-9 atau anjing pelacak dikerahkan untuk mencium jejak korban di jalur pendakian yang lebat.
"Selain tim Basarnas Banda Aceh, pencarian dan penyelamatan juga melibatkan personel kepolisian dan Koramil Lembah Seulawah, petugas BKSDA, dan masyarakat setempat," ujar Ibnu Harris Al Hussain.
Gunung Seulawah merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Aceh Besar. Meski relatif sering didaki, medan di sekitar puncak tetap menyisakan risiko, terutama saat kondisi cuaca berubah cepat di masa peralihan musim. Kabut tebal dan jalur yang tidak jelas kerap menjadi faktor hilangnya orientasi bagi pendaki.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih terus melakukan penyisiran. Belum ada laporan lebih lanjut mengenai keberadaan Faiz Hidayat. Pencarian akan dilanjutkan hingga titik maksimal sesuai prosedur operasi standar Basarnas.