Tim SAR Gabungan Cari Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Aceh Besar, Drone Thermal dan Anjing Pelacak Dikerahkan

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 13:06:01 WIB
Tim SAR gabungan melakukan pencarian pendaki hilang di Gunung Seulawah Aceh Besar.

BANDA ACEH — Proses pencarian terhadap Faiz Hidayat, pendaki asal Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, memasuki hari ketiga sejak ia dilaporkan hilang kontak di Gunung Seulawah. Tim SAR gabungan dari Basarnas Banda Aceh, kepolisian, TNI, dan relawan terus menyisiri jalur pendakian dan area sekitar puncak gunung setinggi 1.810 meter di atas permukaan laut tersebut.

Kronologi: Terakhir Terlihat di Puncak Sebelum Rombongan Turun

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan korban bersama rekannya mencapai puncak Gunung Seulawah pada Minggu (31/5) setelah beberapa jam pendakian. Saat rombongan bersiap turun, Faiz tidak lagi terlihat di antara anggota kelompok.

"Rekannya menyebutkan korban terakhir terlihat di area puncak Gunung Seulawah. Rekannya sempat mencari korban, tetapi belum ditemukan," kata Ibnu dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Selasa (2/6).

Laporan resmi baru diterima Basarnas dari personel kepolisian pada Selasa kemarin, yang kemudian memicu mobilisasi tim penyelamat ke lokasi di Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.

Teknologi dan Personel Dikerahkan untuk Percepat Pencarian

Untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses, tim SAR membawa peralatan khusus. Drone thermal digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dari udara, sementara unit K-9 atau anjing pelacak dikerahkan untuk mencium jejak korban di jalur pendakian yang lebat.

"Selain tim Basarnas Banda Aceh, pencarian dan penyelamatan juga melibatkan personel kepolisian dan Koramil Lembah Seulawah, petugas BKSDA, dan masyarakat setempat," ujar Ibnu Harris Al Hussain.

Gunung Seulawah dan Risiko Pendakian di Musim Pancaroba

Gunung Seulawah merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Aceh Besar. Meski relatif sering didaki, medan di sekitar puncak tetap menyisakan risiko, terutama saat kondisi cuaca berubah cepat di masa peralihan musim. Kabut tebal dan jalur yang tidak jelas kerap menjadi faktor hilangnya orientasi bagi pendaki.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih terus melakukan penyisiran. Belum ada laporan lebih lanjut mengenai keberadaan Faiz Hidayat. Pencarian akan dilanjutkan hingga titik maksimal sesuai prosedur operasi standar Basarnas.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top