Pendapatan Naik Tipis, Laba Telkom (TLKM) Justru Anjlok 21,8% di Kuartal I 2026

Penulis: Ricki Manurung  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 12:54:01 WIB
Pendapatan Telkom naik tipis 1,5% pada kuartal I 2026 mencapai Rp37,18 triliun.

ACEH — PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan pendapatan Rp37,18 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Angka ini tumbuh tipis 1,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pendapatan perusahaan masih ditopang oleh segmen data, internet, dan jasa teknologi informatika yang menyumbang Rp23,64 triliun. Disusul bisnis IndiHome sebesar Rp6,37 triliun, serta segmen interkoneksi Rp2,21 triliun. Namun, kenaikan pendapatan ini tidak sebanding dengan beban yang membengkak.

Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi melonjak 15,49% menjadi Rp11,09 triliun. Beban penyusutan dan amortisasi juga ikut naik 3,82% menjadi Rp8,69 triliun. Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perusahaan terkoreksi 21,71% menjadi Rp4,34 triliun pada kuartal I 2026.

Aset Tetap Tumbuh, Efisiensi Jadi Sorotan

Hingga akhir Maret 2026, total aset Telkom tercatat sebesar Rp289,96 triliun. Nilai aset ini naik tipis 0,76% dari posisi akhir Desember 2024 yang sebesar Rp287,75 triliun.

Pertumbuhan aset yang minim ini berbeda dengan kenaikan beban yang justru dua digit. Artinya, biaya operasional dan pemeliharaan jaringan yang membengkak menjadi faktor utama penekan laba di tengah pendapatan yang hampir stagnan.

Bagi investor, kondisi ini menjadi perhatian serius. Margin keuntungan Telkom tergerus di saat ekspansi layanan digital seperti IndiHome dan segmen data justru terus digenjot. Pertanyaan besarnya, apakah perusahaan mampu mengendalikan biaya di tengah tekanan belanja infrastruktur yang tinggi?

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Telkom belum memberikan pernyataan resmi terkait strategi efisiensi ke depan. Pasar pun menanti langkah konkret perusahaan untuk menjaga profitabilitas di tengah persaingan bisnis telekomunikasi yang kian ketat.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top