Karhutla di Nagan Raya Aceh Meluas hingga 90 Hektare, Api di Dua Kecamatan Belum Padam

Penulis: Ricki Manurung  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 19:18:31 WIB
Petugas gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas 90 hektare di Nagan Raya, Aceh.

NAGAN RAYA — Sedikitnya 90 hektare lahan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terbakar dalam sepekan terakhir. Kepala BPBA Bahron Bakti mengonfirmasi luasan tersebut merupakan akumulasi dari dua kecamatan yang terdampak, yakni Darul Makmur dan Tripa Makmur.

"Lebih kurang 90 hektare lahan terbakar," kata Bahron Bakti kepada wartawan, Jumat (5/6).

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBA, titik kebakaran berada di Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, serta Desa Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur. Hingga Kamis malam, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di lokasi terdampak.

Cuaca Panas dan Angin Kencang Jadi Penghambat Pemadaman

BPBA telah mengerahkan dua unit mesin pompa air dan armada pemadam kebakaran untuk menjangkau titik-titik api. Namun, upaya pemadaman terkendala oleh kondisi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

"Namun belum bisa dipadamkan diperkirakan akan meluas mengingat kondisi cuaca yang panas dan angin kencang," ujar Bahron Bakti.

Petugas gabungan saat ini terus melakukan pemantauan dan pemadaman guna mencegah api menyebar ke area yang lebih luas. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.

Bukan Hanya Nagan Raya: Karhutla Juga Landa Aceh Barat

Selain di Kabupaten Nagan Raya, kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Aceh Barat. BPBA mencatat, hingga Kamis (4/6) sudah 24 hektare lahan terbakar di daerah tersebut. Dampaknya sudah mulai dirasakan warga.

"Asap kebakaran lahan (Aceh Barat) menyebabkan terganggunya pernapasan warga," kata Bahron Bakti.

Pihak BPBA mengimbau masyarakat di kedua kabupaten untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan titik api baru. Cuaca panas yang masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan berpotensi memperluas area terdampak jika tidak segera ditangani secara maksimal.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top