Presiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang Pimpin BGN, Said Iqbal Masuk Istana sebagai Penasihat Khusus

Penulis: Jonatan Nasution  •  Senin, 08 Juni 2026 | 21:54:01 WIB
Presiden Prabowo melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN di Istana Aceh.

ACEH — Prosesi pelantikan digelar dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18/M Tahun 2026 untuk jajaran BGN dan Keppres Nomor 58/P Tahun 2026 untuk posisi penasihat khusus. Usai pembacaan, Prabowo memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan yang diikuti oleh seluruh pejabat yang baru dilantik.

Dua Wakil Kepala BGN dan Sumpah Jabatan

Nanik S. Deyang tidak sendirian memimpin lembaga yang mengelola program makan bergizi gratis tersebut. Presiden juga melantik Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Mereka bertiga kini menjadi pucuk pimpinan baru di lembaga yang tengah gencar melakukan efisiensi dan refocusing program.

"Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Prabowo yang diikuti para pejabat. "Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," lanjutnya dalam kutipan yang dibacakan di hadapan para undangan.

Masuknya Tokoh Buruh ke Lingkar Kekuasaan

Pelantikan Said Iqbal menjadi salah satu sorotan. Presiden Partai Buruh yang dikenal vokal dalam isu ketenagakerjaan kini resmi menyandang status sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Penunjukan ini memperkuat keterlibatan unsur serikat pekerja dalam pemerintahan secara langsung.

Setelah pengucapan sumpah, rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan. Prabowo kemudian memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik beserta keluarga mereka yang hadir di Istana.

Langkah Awal Nanik: Efisiensi dan Refocusing

Tak berselang lama setelah dilantik, Nanik langsung mengumumkan arah kebijakan barunya. Dalam pernyataan pers, ia menekankan akan menggencarkan efisiensi anggaran hingga refocusing program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap evaluasi program yang sempat menuai kritik dari segi efektivitas penyaluran di daerah.

Pelantikan ini menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo tidak hanya merombak struktur di BGN tetapi juga membuka pintu bagi representasi buruh di level penasihat presiden. Said Iqbal diharapkan menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi pekerja yang kerap bersinggungan dengan isu upah dan jaminan sosial.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top