Antrean Uji Emisi Gratis di Jakarta Utara Membeludak, Bukti Warga Makin Peduli Polusi

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 05:12:31 WIB
Antrean kendaraan memadati Kantor Wali Kota Jakarta Utara untuk uji emisi gratis.

ACEH — Kantor Wali Kota Jakarta Utara berubah menjadi lautan kendaraan roda dua dan empat sejak Rabu pagi. Bukan karena ada rapat atau acara seremonial, melainkan warga berbondong-bondong mengikuti uji emisi gratis yang digelar oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup setempat. Antrean terpantau mengular hingga ke jalan utama, membuat petugas harus mengatur arus kendaraan yang masuk secara bergiliran.

Antrean Mengular Sejak Pagi, Petugas Kewalahan

Pantauan di lokasi menunjukkan, warga mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB. Mereka membawa motor dan mobil pribadi untuk memastikan kendaraannya lolos ambang batas emisi yang ditetapkan. Seorang petugas mengaku kewalahan karena jumlah peserta melebihi perkiraan awal.

"Kami targetkan 200 kendaraan per hari, tapi sampai siang sudah lebih dari 300 yang daftar," ujar salah satu petugas Sudin LH Jakarta Utara yang enggan disebut namanya. Situasi ini memaksa panitia menambah kuota dan memperpanjang waktu layanan hingga sore hari.

Mengapa Uji Emisi Kini Mulai Dilirik?

Program uji emisi gratis sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa bulan terakhir. Namun, antrean sepadat kali ini jarang terjadi. Lonjakan peserta diduga dipicu oleh sosialisasi masif tentang sanksi tilang bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi, yang mulai diterapkan di beberapa titik di Jakarta.

Bagi pemilik kendaraan, uji emisi bukan sekadar formalitas. Hasil pengukuran kadar CO dan HC pada gas buang bisa menjadi indikator awal kondisi mesin. Kendaraan yang tidak lolos biasanya butuh perawatan pada sistem pembakaran, seperti pembersihan injektor atau penggantian busi.

Warga Rela Antre Demi Udara Lebih Bersih

Budi, seorang pengendara motor asal Tanjung Priok, mengaku sudah menunggu sejak pukul 07.30. Ia rela datang pagi-pagi karena sadar pentingnya menjaga emisi kendaraannya tetap rendah. "Motor saya sudah 5 tahun, takut kalau kena tilang nanti. Mending dicek sekarang gratis," katanya sambil menunggu giliran.

Cerita serupa datang dari Rina, warga Kelapa Gading yang membawa mobil keluarga. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti uji emisi. "Awalnya males antre, tapi lihat berita soal polusi di Jakarta makin parah, jadi ikut partisipasi. Lumayan, dapat stiker lolos uji emisi juga," ujarnya.

Langkah Konkret atau Sekadar Seremonial?

Meski antusiasme warga tinggi, sebagian kalangan mempertanyakan efektivitas program ini jika tidak diimbangi dengan penegakan hukum yang konsisten. Uji emisi gratis hanya berlangsung beberapa hari di satu lokasi, sementara jumlah kendaraan di Jakarta mencapai jutaan unit.

Pemprov DKI sendiri menargetkan uji emisi menjadi kewajiban tahunan bagi seluruh kendaraan bermotor di ibu kota. Namun, infrastruktur bengkel uji yang masih terbatas dan biaya pengujian yang belum disubsidi penuh menjadi PR besar. Untuk saat ini, program gratis seperti di Jakarta Utara setidaknya menjadi cara paling efektif untuk mengedukasi publik.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top