BANDA ACEH — Kepala Bappeda Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si., menegaskan bahwa gelar sarjana bukanlah garis akhir, melainkan modal awal untuk mengabdi kepada masyarakat. Ia menyebut lulusan FISIP memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah dan bangsa.
“Yudisium ini bukan akhir, melainkan modal awal untuk berhadapan dengan dunia pengabdian yang sesungguhnya. Generasi muda FISIP harus berdiri di garda terdepan sebagai Agent of Change, Agent of Development, dan Agent of Modernization,” ujar Zulkifli di hadapan peserta yudisium, dosen, dan tenaga kependidikan.
Dalam orasi ilmiah bertajuk “Rekonstruksi Tatanan Sosial; Peran Generasi Muda FISIP dalam Keberlanjutan Berbangsa”, Zulkifli menyoroti sejumlah tantangan. Salah satunya, jumlah wirausaha sosial kerah putih di Aceh yang baru mencapai sekitar 0,35 persen.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk waspada terhadap meningkatnya perilaku menyimpang di media sosial. Generasi muda, kata dia, tidak boleh hanya menjadi pengamat persoalan sosial, melainkan harus mengambil peran aktif sebagai bagian dari solusi.
Zulkifli berharap para sarjana baru FISIP mampu mengawal pelaksanaan otonomi khusus Aceh dan menjaga perdamaian pasca-MoU Helsinki. Kontribusi mereka juga dinantikan dalam menyukseskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2025–2029.
“Jadilah sarjana yang berguna, bukan sekadar bergelar akademis. Pegang kuat prinsip idealisme dengan tetap tawadhu’ atau rendah hati, bukan rendah diri,” pungkasnya.
Dekan FISIP UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muji Mulia, M.Ag., menekankan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar ilmu tidak berhenti sebagai pencapaian akademik semata.
“Ilmu harus menjadi alat analisis yang tajam untuk memahami dan mencari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” kata Muji dalam arahannya kepada para lulusan.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FISIP UIN Ar-Raniry, Eka Januar, M.Soc.Sc., melaporkan bahwa jumlah peserta Yudisium Gelombang I dan II Tahun 2026 mencapai 61 orang. Hingga saat ini, FISIP UIN Ar-Raniry yang menaungi Program Studi Ilmu Politik dan Ilmu Administrasi Negara telah meluluskan 1.216 alumni.
Para alumni tersebut kini berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, lembaga swasta, hingga organisasi masyarakat.