ACEH — Sumur pengembangan yang diberi kode SLW-F002 ini mulai diuji produksi pada 11 Juni 2026. Hasil sementara menunjukkan aliran minyak mencapai 623 barel per hari menggunakan pompa listrik celup atau Electric Submersible Pump (ESP). Minyak tersebut berasal dari lapisan reservoir Kais, salah satu formasi produktif andalan di wilayah kerja Salawati.
Proses pengeboran sumur directional tipe J-type ini menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M. Total kedalaman yang berhasil ditembus mencapai 2.093 meter measured depth (mMD) atau setara 2.083,83 meter true vertical depth (mTVD). Seluruh rangkaian pekerjaan, dari tajak hingga uji produksi, rampung dalam waktu 54 hari.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto, memberikan apresiasi atas pencapaian ini. Menurutnya, capaian awal 623 BOPD dari sumur SLW-F002 menjadi kontribusi nyata bagi upaya peningkatan produksi migas nasional.
"Keberhasilan sumur SLW-F002 menunjukkan komitmen dan kemampuan insan hulu migas dalam menjaga keberlanjutan produksi nasional," ujar Djoko dalam keterangan resmi, Jumat (12/6).
Ia juga menyoroti efektivitas operasi Pertamina EP Cepu yang mampu menyelesaikan seluruh tahapan pengeboran dalam waktu singkat. Lebih penting lagi, kegiatan berjalan tanpa kecelakaan kerja alias zero accident.
"Hal ini menunjukkan implementasi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan dengan baik serta menjadi bagian dari budaya operational excellence yang terus dikedepankan di lingkungan industri hulu migas," kata Djoko.
Menariknya, sumur SLW-F002 ini awalnya direncanakan sebagai lokasi pengeboran eksplorasi dengan kode SLW-F2X. Setelah melalui tahapan pengeboran dan penyelesaian sumur (well completion), hasilnya justru langsung menunjukkan potensi produksi yang menjanjikan. Keberhasilan ini membuka peluang bagi Pertamina untuk terus mengembangkan lapangan-lapangan minyak di wilayah timur Indonesia, khususnya di Papua Barat Daya.
Tambahan pasokan minyak dari sumur ini diharapkan mampu menahan laju penurunan produksi alami dari sumur-sumur existing. Bagi industri hulu migas, setiap temuan baru di lapangan tua seperti Salawati adalah kabar baik di tengah tantangan pengeboran yang semakin kompleks dan mahal.