PIDIE — Manajemen PT JRG langsung bergerak mendatangi rumah duka para korban sejak malam kejadian. Tim legal perusahaan, Wildan Mukhlisin, SH, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penuh proses penyelidikan kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
“Kami atas nama manajemen JRG menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” kata Wildan dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).
Evaluasi Internal dan Proses Hukum
Wildan menegaskan bahwa perusahaan akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Langkah ini diambil agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang, terutama menyangkut aspek keselamatan operasional armada bus JRG.
“Sejak malam kejadian, pihak manajemen telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita dan memberikan perhatian kepada keluarga,” ujar Wildan.
Perusahaan juga menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian. Hingga Senin siang, petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
Kronologi Tabrakan Maut di Gampong Calue
Kecelakaan lalu lintas ini terjadi di kawasan Gampong Calue, Pidie, pada pukul 21.31 WIB. Bus JRG yang melaju dilaporkan terlibat benturan dengan dua unit sepeda motor yang melintas di jalur yang sama.
Akibat tabrakan tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia di tempat. Belum ada informasi resmi mengenai identitas para korban maupun kondisi pengemudi bus.
Belasungkawa dari Manajemen JRG
Dalam pernyataan tertulisnya, Wildan Mukhlisin menyampaikan doa dan harapan agar keluarga korban diberikan ketabahan. Ia juga memohon maaf atas musibah yang menimpa para penumpang dan pengguna jalan lainnya.
“Atas nama manajemen JRG, kami sekali lagi menyampaikan turut berduka cita atas musibah ini. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutup Wildan.
Kecelakaan ini menjadi perhatian publik di Aceh mengingat trayek bus JRG merupakan salah satu moda transportasi utama antar kota di provinsi tersebut. Masyarakat berharap investigasi menyeluruh segera dilakukan demi keselamatan bersama.