ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episentrum gempa berada di darat, sekitar [sebutkan jarak] kilometer arah [sebutkan arah] Kota Palu, dengan kedalaman [sebutkan kedalaman]. Guncangan dirasakan kuat oleh warga yang sebagian besar tengah beraktivitas di luar rumah saat kejadian berlangsung pada [sebutkan waktu, misal: siang hari].
Korban Tersebar di Beberapa Kecamatan, Bangunan Rata dengan Tanah
Data sementara yang dihimpun dari BPBD Sulawesi Tengah menyebutkan, satu korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah tinggal. Sementara itu, 38 warga yang terluka dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sebagian besar korban luka mengalami luka ringan akibat terkena pecahan kaca dan material bangunan saat berusaha menyelamatkan diri.
“Kami masih melakukan pendataan dan evakuasi di lapangan. Tim SAR gabungan telah dikerahkan ke lokasi-lokasi yang teridentifikasi mengalami kerusakan parah,” ujar Kepala BPBD Sulawesi Tengah, [nama pejabat, jika ada di bahan, jika tidak gunakan: Kepala Pelaksana BPBD Sulteng], dalam keterangan daruratnya. Ia menambahkan, timnya masih menyisir daerah-daerah yang sulit dijangkau akibat akses jalan yang terputus atau tertutup reruntuhan.
Kerusakan Meluas, Warga Mengungsi ke Tempat Aman
Guncangan gempa tidak hanya merusak rumah tinggal, tetapi juga bangunan publik seperti fasilitas kesehatan, sekolah, dan tempat ibadah. Sejumlah pusat perbelanjaan dan pertokoan di pusat kota juga dilaporkan mengalami retak-retak pada struktur dindingnya. BPBD mencatat kerusakan meluas di [sebutkan kecamatan atau wilayah terdampak jika ada di bahan].
Warga yang rumahnya rusak berat terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dinilai aman, seperti lapangan terbuka dan tenda pengungsian yang didirikan oleh pemerintah setempat. Bantuan logistik, seperti makanan siap saji, air bersih, dan selimut, mulai didistribusikan secara bertahap. “Kami mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta menjauhi bangunan yang retak atau rusak,” imbau Kepala BPBD.
Potensi Gempa Susulan Masih Ada, Warga Diminta Waspada
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya longsor di daerah perbukitan atau tebing yang rawan. Pemerintah Kota Palu bersama TNI dan Polri terus bersiaga untuk mengantisipasi situasi darurat yang lebih luas.
Proses evakuasi dan pendataan masih terus berlangsung hingga saat ini. BPBD memastikan akan merilis data terbaru secara berkala begitu informasi dari seluruh titik terdampak berhasil dikumpulkan. Tim medis dari Dinas Kesehatan setempat juga telah disiagakan untuk menangani lonjakan pasien jika diperlukan.