Olimpiade Siswa MI Aceh Besar Jaring 268 Peserta Bibit Unggul

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 14:56:39 WIB
siswa MI Aceh Besar berkompetisi dalam Olimpiade Siswa untuk menjaring bibit unggul.

ACEH BESAR — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi siswa madrasah melalui ajang kompetisi kompetitif. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap bakat yang muncul dapat terfasilitasi dengan baik hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Besar, Suryadi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar dalam menyiapkan generasi unggul. Menurutnya, siswa yang terlibat adalah representasi terbaik yang diharapkan mampu membawa nama baik daerah dan institusi.

“Anak-anak kami adalah yang terbaik dan akan menampilkan kemampuan terbaiknya, tidak hanya untuk madrasah, tetapi juga untuk orang tua dan Kemenag Aceh Besar,” ujar Suryadi saat memberikan sambutan di Komplek MIN 13 Aceh Besar, Rabu (6/5/2026).

Meningkatkan Minat Masyarakat terhadap Madrasah

Suryadi mengungkapkan bahwa antusiasme warga untuk menyekolahkan anak di madrasah terus menunjukkan tren positif. Lonjakan jumlah pendaftar setiap tahunnya menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi instansi untuk terus menjaga kualitas pelayanan pendidikan di Aceh Besar.

Peningkatan mutu ini tidak hanya terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh sisi akhlakul karimah. Kemenag berkomitmen untuk terus mengawal proses seleksi dan pembinaan siswa secara berjenjang agar prestasi yang diraih bersifat substansial dan berkelanjutan.

“Kita harus terus menunjukkan yang terbaik kepada masyarakat, termasuk meningkatkan akhlak pendidik dan peserta didik di madrasah,” tambahnya.

Ajang Silaturahmi dan Kompetisi 268 Siswa

Sebanyak 268 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari berbagai wilayah di Aceh Besar ambil bagian dalam olimpiade tahun ini. Mereka berkompetisi dalam sejumlah mata pelajaran yang mencakup bidang studi umum dan agama dengan mengusung tema “Semangat Juara, Generasi Cerdas Berkarakter.”

Ketua Panitia, Nurhalina, menegaskan bahwa selain mengejar prestasi, kegiatan ini dirancang sebagai wadah mempererat hubungan antarlembaga pendidikan. Ia meminta seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung agar nilai-nilai persaudaraan tetap terjaga.

“Jangan jadikan ini ajang permusuhan, tapi jadikan sebagai ajang silaturahmi,” kata Nurhalina di hadapan para peserta.

Nurhalina juga mengingatkan bahwa para siswa yang hadir membawa tanggung jawab sebagai representasi dari madrasah masing-masing. Penekanan pada kepercayaan diri menjadi poin utama yang disampaikan kepada para duta madrasah tersebut sebelum memulai kompetisi.

“Kalian adalah duta madrasah. Tunjukkan kemampuan terbaik dan buat bangga madrasah yang kalian wakili,” pungkasnya.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Back to top