ACEH TAMIANG – Warga Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, kini dapat bernapas lega. Di tengah masa pemulihan pasca-bencana, sebuah inovasi teknologi hadir di tepi Sungai Tamiang untuk menjawab krisis air bersih yang sempat melanda ribuan jiwa di wilayah tersebut.
Teknologi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile hasil inovasi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didukung oleh Paragon Corp, resmi beroperasi untuk mengubah air sungai yang keruh menjadi air yang higienis dan layak konsumsi secara instan.
Teknologi Canggih dari Bandung ke Serambi Mekkah
Sistem filtrasi ini dikirim langsung dari Bandung dengan waktu tempuh satu pekan. Peresmian pengiriman bantuan tahap kedua dilakukan pada Sabtu (7/3/2026), dipimpin oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama Ketua Tim IPA Mobile, Prof. Dr. Ir. Bagus Budiwantoro.
Sistem ini bekerja dengan dua tahap penyaringan intensif yang mampu menghasilkan hingga 7.200 liter air per jam. Air yang diproses tidak hanya jernih untuk keperluan sanitasi, tetapi juga dinyatakan aman untuk langsung diminum oleh warga.
Dampak Nyata bagi Kesehatan Masyarakat
Kehadiran IPA Mobile ini membawa perubahan signifikan bagi sekitar 1.200 warga Kampung Sukajadi. Salah satu laporan menyentuh menyebutkan seorang bayi di desa tersebut sembuh dari diare kronis yang dideritanya selama hampir satu bulan setelah keluarganya beralih menggunakan air hasil filtrasi ini.
Selama bulan Ramadan, pemandangan menarik terlihat di lokasi instalasi. Saban sore, warga tampak antre membawa galon kosong untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa dan sahur dengan air yang terjamin kualitasnya.
Sinergi Strategis Akademisi dan Industri
Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N. Nurlaela Arief, menekankan bahwa proyek ini merupakan bukti nyata bagaimana perguruan tinggi dan sektor industri dapat berkolaborasi menghadirkan solusi tepat guna. Dukungan operasional dari Paragon Corp, yang diwakili oleh Dwi Eliani, memastikan keberlanjutan sistem ini di lapangan.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H., menyambut hangat bantuan ini sebagai bagian dari percepatan pemulihan wilayah. Ia berharap kolaborasi dengan ITB dapat terus berlanjut untuk memperluas jangkauan layanan air bersih di titik-titik lain yang terdampak.
"Saya berharap dengan dukungan Pemerintah dan banyak pihak, kondisi di sini bisa lebih cepat pulih," ungkap Bupati Armia saat meninjau lokasi penempatan toren-toren distribusi.