Pembinaan yang digelar di Aula BKG Aceh Jaya itu dihadiri oleh Plh Kepala Kantor Kemenag Aceh Jaya, Saifullah, serta jajaran kepala KUA, pengawas, dan seluruh ASN setempat. Faisal Ali Hasyim menekankan bahwa tugas ASN Kemenag tidak berhenti pada urusan administratif semata.
Madrasah Harus Jadi Taman Belajar yang Indah
Dalam arahannya, Faisal mengajak seluruh satuan kerja, terutama madrasah, untuk mengubah wajah lingkungan pendidikan menjadi lebih menarik. Ia membayangkan madrasah yang dipenuhi bunga, tanaman hijau, dan suasana bersih yang mampu membangkitkan semangat belajar.
“Saya mengajak seluruh satuan kerja, terutama madrasah, untuk menjaga kebersihan dan membuat lingkungan kerja yang indah, asri, dan nyaman. Mari kita hadirkan madrasah yang penuh bunga-bunga indah, hijau, dan bersih sehingga menjadi tempat belajar yang menyenangkan serta memberi semangat bagi peserta didik maupun para guru,” ujarnya.
Ia juga memberikan tantangan kepada setiap madrasah untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tertata dan menarik. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari pembentukan budaya kerja positif yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan dan citra institusi.
Penanaman Pohon sebagai Simbol Ekoteologi
Usai kegiatan pembinaan, Faisal Ali Hasyim langsung melakukan aksi nyata dengan menanam pohon di lingkungan BKG Aceh Jaya. Kegiatan itu merupakan implementasi program ekoteologi Kementerian Agama yang menekankan kepedulian terhadap lingkungan.
Faisal menilai, langkah sederhana seperti menanam pohon menjadi simbol nyata ajakan menjaga kelestarian alam. Hal ini sejalan dengan semangat menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan asri yang telah ia sampaikan dalam sesi pembinaan.
Disiplin dan Etika Kerja Jadi Fondasi Pelayanan
Sebelum menyoroti soal lingkungan, Faisal mengingatkan bahwa ASN Kementerian Agama harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Sikap disiplin, etika kerja, dan pelayanan yang baik menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas.
Ia menilai budaya kerja yang positif akan memberikan dampak besar terhadap kualitas pelayanan publik. Citra institusi Kementerian Agama, menurutnya, sangat bergantung pada bagaimana setiap ASN menjalankan perannya sehari-hari di lapangan.