Pencarian

19 dari 21 Gardu Induk di Aceh Sudah Bertegangan, Dua Gardu di Samadua dan Blang Pidie Masih dalam Penormalan

Sabtu, 23 Mei 2026 • 15:50:01 WIB
19 dari 21 Gardu Induk di Aceh Sudah Bertegangan, Dua Gardu di Samadua dan Blang Pidie Masih dalam Penormalan
Gardu induk Samadua dan Blang Pidie di Aceh masih dalam proses penormalan listrik.

BANDA ACEH — Pemadaman listrik yang melanda hampir seluruh Aceh sejak Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB belum sepenuhnya pulih. Warga di Pidie dan Bener Meriah mengaku aliran listrik di rumah mereka masih mati sejak Jumat malam, meski sebagian tempat lain sudah mulai menyala.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengatakan dua gardu induk yang belum bertegangan adalah GI Samadua dan GI Blang Pidie. Sementara GI Singkil disebut sudah berhasil bertegangan dan tengah dalam proses pembebanan secara bertahap.

Suplai Listrik Banda Aceh Baru Tercapai 61 MW

Eddi menjelaskan, suplai listrik untuk Banda Aceh saat ini baru mencapai 61 Megawatt (MW), dari rata-rata beban pagi yang biasanya mencapai 80 hingga 90 MW. Daya tersebut ditopang dari GI Banda Aceh, Ulee Kareng, Krueng Raya, dan Jantho.

Seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Banda Aceh juga telah beroperasi, meliputi PLTD Lueng Bata (7,7 MW), Ulee Kareng (12 MW), dan Krueng Raya (7 MW). PLTD di Ayangan (Aceh Tengah) dan PLTD Isolated di Kota Fajar juga telah memikul beban sebesar 2,4 MW.

Sabang dan Simeulue Normal, Genset Dikerahkan ke Meulaboh

"Untuk sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue dipastikan dalam kondisi normal dan tidak terimbas oleh dampak pemadaman," jelas Eddi dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Untuk mengantisipasi waktu penormalan yang bersumber dari Nagan 1 hingga Nagan 4, PLN Aceh memobilisasi genset mobile dan genset portable secara masif ke wilayah Meulaboh dan sekitarnya. Langkah ini diprioritaskan untuk mem-back up berbagai fasilitas strategis publik.

Ratusan Personel Disiagakan, Pembebanan Dilakukan Bergilir

PLN Aceh juga telah menyiagakan ratusan personel yang tersebar dari UP3 Langsa hingga Banda Aceh. Mereka bertugas mengatur manajemen pembagian beban agar wilayah yang masih padam bisa segera dialiri listrik secara bergilir.

"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder dan pelanggan. Kami memohon maaf dan doa dukungan dari seluruh masyarakat agar sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih sepenuhnya," ujar Eddi.

Pemadaman total terjadi saat warga hendak melaksanakan salat Magrib. Listrik sempat berkedip-kedip sebelum akhirnya mati total. Hingga siang ini, proses penormalan masih terus dilakukan oleh tim teknis di lapangan.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks