JAKARTA — Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Rizki Kresno Edhie Hambali menyebut pembagian dividen merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. “Tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri semen. Namun melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi komersial, Perseroan mampu menjaga profitabilitas dan memperkuat fundamental untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi.
RUPST Juga Putuskan Perpanjangan Masa Jabatan Direktur
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST menetapkan pengangkatan kembali Yasuhide Abe sebagai direktur perusahaan hingga 2031. Rapat juga mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025 dan menunjuk Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan sebagai auditor untuk tahun buku 2026.
Keputusan lainnya mencakup penetapan remunerasi bagi direksi dan dewan komisaris. Seluruh agenda rapat disetujui oleh pemegang saham yang hadir, baik secara langsung maupun virtual.
Laba Bersih Kuartal I 2026 Melonjak 111 Persen
Solusi Bangun Indonesia mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026. Volume penjualan naik 9 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan pasar yang hanya 5 persen. Pendapatan perusahaan tercatat Rp2,56 triliun dengan laba bersih meningkat 111 persen menjadi Rp101,89 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh penguatan pasar domestik dan efisiensi operasional. Perusahaan juga menyiapkan ekspor perdana ke Amerika Serikat melalui fasilitas dermaga dan produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur, yang telah selesai dibangun.
Tekanan Industri Semen dan Strategi Bertahan
Di tengah tekanan industri semen akibat kelebihan kapasitas produksi dan tingginya biaya energi, Solusi Bangun Indonesia tetap membukukan laba bersih Rp658,7 miliar sepanjang 2025. Perusahaan mengandalkan disiplin operasional dan sinergi dengan SIG untuk menjaga profitabilitas.
Transformasi komersial juga menjadi kunci dalam menghadapi persaingan pasar. Dengan strategi ini, perusahaan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan jangka panjang meskipun kondisi industri masih penuh tantangan.