BANDA ACEH — Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., turun langsung ke tengah kerumunan warga dalam CFD yang digelar sejak pukul 07.00 WIB. Ia didampingi Wakapolda Aceh, Irwasda, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh. Ratusan personel kepolisian dan anggota Bhayangkari ikut meramaikan jalannya acara.
Stan pelayanan publik dan posko pengecekan kesehatan gratis menjadi daya tarik utama yang paling banyak diserbu pengunjung. Warga bisa memeriksakan kondisi tubuh tanpa biaya sepeser pun, mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang datang sejak pagi.
"Ini strategi nyata untuk mempererat hubungan emosional dengan warga," ujar Kapolda Aceh di sela-sela kegiatan. Melalui momentum peringatan hari jadi ke-80, kepolisian ingin memosisikan diri sebagai rekan dekat yang membaur dengan seluruh lapisan masyarakat.
Keberadaan stan pasar UMKM di sepanjang area jalan memberikan kesempatan bagi pedagang kecil setempat mempromosikan barang dagangan unggulan mereka. Panitia berharap keterlibatan sektor usaha mikro ini bisa menaikkan daya saing produk asli daerah serta memperluas jangkauan pasar.
Pertumbuhan ekonomi lokal di Provinsi Aceh diharapkan terdongkrak positif melalui penyediaan fasilitas pasar kaget seperti ini. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat langsung berbagai perangkat kerja operasional kepolisian yang dipamerkan di lokasi.
Kapolda Aceh menekankan bahwa aktivitas ini diisi dengan program bakti sosial dan pengenalan alutsista. Pendekatan humanis semacam ini dinilai penting sebagai bukti keseriusan aparat hukum dalam memberikan dampak positif yang bisa dirasakan langsung oleh publik.
Di luar fokus pada kesehatan dan kebersamaan, pelaksanaan CFD ini juga didesain untuk menyokong perputaran roda ekonomi kerakyatan di daerah. Stan UMKM yang berjejer di sepanjang jalan menjadi pemantik geliat usaha mikro di ibu kota provinsi tersebut.