PSSI Aceh Perketat Pengawasan Turnamen Sepak Bola, Pelatih Wajib Lisensi D dan Pemain Muda Jadi Syarat Mulai 2026

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Senin, 08 Juni 2026 | 22:13:31 WIB
PSSI Aceh menetapkan pelatih berlisensi D dan pemain muda sebagai syarat utama turnamen mulai 2026.

BANDA ACEH — PSSI Aceh tidak main-main dengan aturan main sepak bola di daerahnya. Mulai tahun 2026, setiap klub yang ingin bertanding di turnamen resmi wajib mematuhi dua syarat utama: pelatih minimal berlisensi D dan memainkan setidaknya satu pemain muda kelahiran 2007 hingga 2010. Aturan ini tertuang dalam surat edaran resmi PSSI Aceh dan berlaku untuk semua kompetisi, baik yang digelar oleh PSSI kabupaten/kota, pemerintah daerah, maupun masyarakat umum.

Mengapa Aturan Ini Mendadak Diperketat?

Nazaruddin, Sekretaris Umum PSSI Aceh, mengungkapkan bahwa selama ini banyak turnamen berjalan tanpa pengawasan ketat. Akibatnya, aturan hanya menjadi pajangan di atas kertas. "Kami ingin regulasi ini benar-benar diterapkan di lapangan, bukan hanya menjadi aturan di atas kertas," tegasnya di Banda Aceh, Senin.

Fenomena turnamen antarkampung atau tarkam kerap menjadi ajang "abu-abu" di mana klub menggunakan pemain di luar usia atau pelatih tanpa lisensi. Dengan aturan baru ini, PSSI Aceh memastikan setiap perangkat pertandingan—wasit, pengawas, panitia—juga ikut diawasi. Jika ada yang melanggar atau mengabaikan regulasi, sanksi berat sudah menanti.

Klub di Aceh Wajib Mainkan Pemain Muda

Kewajiban memainkan pemain muda menjadi poin krusial. Aturan ini tidak hanya untuk turnamen besar, tetapi juga untuk kejuaraan kecil di tingkat gampong (desa). "Ini sebagai wadah pembinaan pemain yang dilatih pelatih bersertifikat PSSI, sehingga lahir pemain sepak bola berkualitas," kata Nazaruddin.

PSSI Aceh juga mengimbau seluruh asosiasi kabupaten/kota untuk turut mengawasi dan menyosialisasikan aturan ini kepada klub-klub peserta. Tanpa sosialisasi yang masif, dikhawatirkan masih banyak klub yang tidak siap saat aturan resmi berlaku pada 2026.

Piala Soeratin 2026: Ajang Pembuktian Regulasi Baru

Saat ini, PSSI Aceh tengah mempersiapkan kejuaraan kelompok umur Piala Soeratin 2026 yang mempertandingkan kategori U-13, U-15, dan U-17. Kompetisi ini menjadi agenda utama pembinaan pemain muda dan akan menjadi ujian pertama bagi penerapan aturan baru. "Kami ingin pembinaan berjalan berjenjang dan profesional. Karena itu, seluruh pihak harus mematuhi regulasi yang telah ditetapkan," ujar Nazaruddin.

Dengan pengawasan yang diperketat, PSSI Aceh berharap lahir pemain-pemain bertalenta yang siap bersaing di level nasional. Pertanyaannya, bisakah turnamen tarkam yang selama ini liar diatur? Waktu yang akan menjawab.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top