Harga Telur Ayam di Tingkat Peternak Anjlok, Mentan Amran Minta Pembeli Patuhi HAP Rp 26.500 per Kilogram

Penulis: Ricki Manurung  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 16:21:31 WIB
Harga telur ayam di tingkat peternak di Aceh turun di bawah HAP Rp 26.500 per kilogram.

ACEH — Dalam beberapa pekan terakhir, harga telur ayam ras di tingkat produsen tercatat berada di bawah HAP. Kondisi ini langsung berdampak pada arus kas peternak, terutama peternak skala kecil yang tidak memiliki daya tawar tinggi. Amran menegaskan, pembelian di bawah HAP sama saja dengan mematikan usaha peternak rakyat.

"Kami minta semua pihak mematuhi HAP Rp 26.500 per kilogram. Jangan ada lagi transaksi di bawah itu," ujar Amran dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Selasa (16/4).

Mengapa HAP Sering Diabaikan?

Dalam praktik di lapangan, tengkulak dan pengumpul kerap memanfaatkan fluktuasi pasokan untuk menekan harga beli. Saat produksi melimpah, harga di peternak bisa jatuh jauh di bawah HAP. Padahal, HAP sendiri merupakan batas bawah yang dihitung berdasarkan biaya produksi peternak, termasuk pakan, bibit, dan tenaga kerja.

Jika harga jual terus berada di bawah HAP dalam waktu lama, peternak terpaksa menjual ayam afkir lebih awal atau mengurangi populasi. Dampak jangka panjangnya, pasokan nasional bisa terganggu dan harga di konsumen melonjak drastis.

Apa Sanksi bagi Pelanggar?

Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengawasi rantai distribusi. Amran mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi pengumpul yang terbukti sengaja melakukan transaksi di bawah HAP. Namun, ia tidak merinci secara spesifik bentuk sanksi yang akan diterapkan.

Hingga saat ini, mekanisme pengawasan masih mengandalkan laporan dari peternak dan asosiasi. Kementan juga mendorong pembentukan koperasi peternak agar daya tawar mereka lebih kuat menghadapi tengkulak.

Di sisi konsumen, harga telur di pasar tradisional masih tercatat stabil di kisaran Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. Artinya, selisih harga antara peternak dan konsumen masih cukup lebar, yang menunjukkan margin di tangan pedagang perantara masih besar.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top