BNPB Sebar 11 Ton Garam di Udara Aceh Barat Selatan Lewat Modifikasi Cuaca, Antisipasi Karhutla di Lahan Gambut

Penulis: Jonatan Nasution  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 13:53:31 WIB
BNPB menyebar 11 ton garam di udara Aceh Barat Selatan untuk modifikasi cuaca antisipasi karhutla.

MEULABOH — Sebanyak 11.000 kilogram garam ditebarkan ke awan konvektif di pesisir barat selatan Aceh. Metode yang digunakan adalah track seeding, yaitu penyemaian bahan semai ke titik-titik awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan operasi ini merupakan langkah konkret dan proaktif pemerintah pusat bersama daerah. “Untuk mengantisipasi potensi ancaman bencana kekeringan serta karhutla di wilayah Aceh,” kata Teuku Ronal, Kamis (11/6/2026).

11 Sorti Penerbangan, 26 Jam di Udara

Selama delapan hari berturut-turut, armada PK-JVH menjalankan 11 sorti penerbangan. Total waktu terbang mencapai 26 jam 2 menit. Wilayah sasaran utama meliputi Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Nagan Raya, dan sebagian Aceh Utara.

Kawasan hidrologi gambut menjadi prioritas. Kelembapan tanah di area itu harus dijaga agar tidak mudah terbakar saat musim kemarau. Pemerintah daerah berharap hujan buatan mampu menekan kemunculan titik panas (hotspot) secara signifikan.

Luas Lahan Terbakar di Aceh Barat Capai 34,1 Hektare

BPBD Aceh Barat mencatat angka terbaru per Kamis (11/6/2026). Total lahan yang terbakar akibat karhutla mencapai 34,1 hektare. Angka ini naik dari data pagi hari yang tercatat 31,1 hektare.

Kecamatan Bubon menjadi wilayah dengan area terbakar terluas, yakni sekitar 25 hektare. Kebakaran juga terjadi di Kecamatan Samatiga seluas 4 hektare, Kecamatan Meureubo 2,6 hektare, Kecamatan Johan Pahlawan 1,5 hektare, dan Kecamatan Arongan Lambalek sekitar 1 hektare.

Mengapa Garam Dipilih untuk Memicu Hujan?

Garam atau Natrium Klorida (NaCl) berfungsi sebagai inti kondensasi. Ketika disemai ke awan konvektif, partikel garam menarik uap air hingga membentuk butiran hujan. Teknik ini disebut track seeding dan sudah lazim digunakan dalam OMC di Indonesia.

Teuku Ronal mengapresiasi dukungan penuh dari BNPB, BMKG, dan seluruh kru maskapai SAM. “Kami di daerah sangat mengapresiasi dukungan penuh dari BNPB, BMKG, dan seluruh kru maskapai SAM ini,” katanya.

Operasi ini diharapkan tidak hanya memadamkan titik api yang sudah muncul, tetapi juga menjaga ketersediaan air dan kelembapan lahan di wilayah rawan musim kemarau.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top