ACEH — Lonjakan harga buyback ini menjadi sinyal positif bagi pemegang emas batangan. Artinya, jika Anda menjual emas Antam hari ini, perusahaan akan membelinya dengan harga Rp 2.514.000 per gram, naik signifikan dari posisi sebelumnya.
Meski naik, harga saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada Kamis, 29 Januari 2026, saat emas Antam menyentuh Rp 3.168.000 per gram dan buyback di Rp 2.989.000 per gram. Data ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis Antam.
Berikut rincian harga untuk berbagai ukuran:
Kenaikan ini terjadi berkat sentimen positif dari meredanya konflik di Timur Tengah. Kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran—yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka kembali Selat Hormuz—telah menekan harga minyak mentah Brent di bawah US$ 80 per barel.
Penurunan harga energi ini meredakan kekhawatiran inflasi global. Akibatnya, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2026 turun drastis dari 70% menjadi sekitar 58%, berdasarkan data CME FedWatch Tool. Suku bunga yang lebih rendah membuat emas—yang tidak memberikan imbal hasil—kembali menarik.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengonfirmasi hal ini. "Yang mendukung pasar dalam dua sesi terakhir adalah prospek tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik," ujarnya. Dampaknya terlihat dari turunnya suku bunga jangka pendek dan melemahnya harga energi.
Di pasar spot global, emas menguat 0,8% ke US$ 4.338,97 per ons troi. Logam mulia lainnya juga ikut terkerek: perak naik 0,7%, platinum melonjak 2,7%, dan paladium menguat 0,9%. Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan Rabu ini—sidang pertama di bawah kepemimpinan Ketua baru, Kevin Warsh.
Bagi investor ritel Indonesia, kenaikan buyback Antam menjadi momentum untuk mencairkan keuntungan. Namun, dengan rekor harga historis yang masih jauh di atas level saat ini, banyak yang memilih menahan emasnya sambil mencermati arah kebijakan bank sentral AS.