KUTACANE — Rombongan menteri dijadwalkan mendarat di Kutacane sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung menuju Pendopo Bupati Aceh Tenggara. Agenda utama Menteri Wihaji bukan sekadar seremoni, melainkan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan program pengentasan stunting berjalan tepat sasaran.
Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB) Aceh Tenggara, dr. Nurlela, mengaku sudah menyiapkan paparan capaian penurunan stunting per Maret 2026. “Kami siap memaparkan strategi konvergensi yang melibatkan lintas OPD, puskesmas, dan kampung. Kehadiran Pak Menteri jadi motivasi untuk kerja lebih optimal,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Apa Saja yang Akan Ditinjau Menteri Wihaji?
Berdasarkan agenda yang dihimpun, kunjungan menteri akan berfokus pada tiga titik utama. Pertama, persinggahan di Desa Batu Mbulan I untuk meninjau Posyandu sekaligus membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembinaan bagi lansia serta Gerakan Ayah Teladan.
Kedua, rombongan akan mengunjungi penerima manfaat program Genting di desa yang sama. Program ini merupakan skema orang tua asuh yang menyasar balita berisiko stunting, memastikan mereka mendapat asupan gizi tambahan secara berkala.
Puncak Acara di Gumpang Jaya
Puncak kunjungan akan berlangsung di Lapangan Pemuda, Gumpang Jaya, Kecamatan Babussalam. Di lokasi ini, Menteri Wihaji dijadwalkan memberikan pembinaan kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang menjadi ujung tombak program Keluarga Berencana (KB) dan penguatan keluarga di tingkat desa.
Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, bersama para kepala OPD dan camat, telah memantau langsung persiapan di sejumlah lokasi untuk memastikan kunjungan berjalan lancar. Kehadiran menteri diharapkan menjadi momentum untuk mengakselerasi penurunan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di daerah tersebut.