Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Aceh Barat, titik kebakaran terluas berada di Kecamatan Bubon. Di desa/gampong Berawang, lahan yang terbakar mencapai 15 hektare, disusul Kuta Padang Layung seluas 10 hektare.
Kecamatan Johan Pahlawan mencatat dua titik kebakaran, yakni di Desa Lapang seluas 1 hektare dan Seuneubok 0,5 hektare. Sementara itu, di Kecamatan Arongan Lambalek, kebakaran melanda Desa Gunung Pulo seluas 1 hektare, dan Kecamatan Meureubo mencatat kebakaran di Desa Ujong Tanoh Darat seluas 1,6 hektare.
Angin Kencang dan Akses Jalan Jadi Hambatan Pemadaman
Teuku Ronal menjelaskan, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Namun, kobaran api sulit dikendalikan karena angin kencang mempercepat perambatan api dan memicu munculnya titik-titik baru.
“Asap tebal juga membuat jarak pandang petugas terbatas, serta sulitnya akses jalan telah membuat kendaraan roda empat/armada pemadam sulit menjangkau titik api utama,” kata Teuku Ronal kepada wartawan, Senin malam di Meulaboh.
Tim Gabungan dan Mahasiswa Dikerahkan ke Lokasi
Unsur gabungan yang terus bersiaga di lokasi meliputi personel BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek, dan KPH IV Wilayah Aceh. Mahasiswa UKM PK UTU Meulaboh serta masyarakat sekitar juga turut serta dalam upaya pemadaman.
Dampak karhutla tidak hanya merusak vegetasi hijau. Kabut asap yang dihasilkan mulai mengganggu saluran pernapasan warga di sekitar lokasi kebakaran.
BPBD Imbau Warga Segera Laporkan Titik Api Baru
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat adanya indikasi titik api baru di wilayah mereka. Hal ini penting agar potensi kebakaran bisa diantisipasi sejak dini sebelum meluas ke area lain.