ACEH — Prabowo Subianto mendorong kader HIPMI untuk tidak lagi berpuas diri sebagai pedagang atau distributor yang hanya menjual barang mentah. Dalam pidatonya di hadapan ribuan pengusaha muda, ia menyebut hilirisasi adalah satu-satunya jalan bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara pengekspor bahan baku.
Komoditas Wajib Diolah di Dalam Negeri
"Semua komoditas kita akan kita olah dan menjadi industri-industri di Indonesia," kata Prabowo dalam forum yang digelar di Bandar Lampung.
Menurut Kepala Negara, peluang di sektor hilirisasi sangat besar bagi generasi muda untuk membangun pabrik dan menciptakan lapangan kerja. Ia memperingatkan agar pasar domestik yang besar tidak terus-menerus dikuasai oleh produk impor.
Prabowo juga menyinggung soal industri otomotif nasional. Ia menilai setelah 81 tahun merdeka, bangsa ini sudah semestinya memiliki mobil rancangan dan produksi sendiri.
Nasionalisme Produk Lokal: Mobil Maung Jadi Simbol
"Pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri Indonesia," ujarnya menegaskan.
Untuk membuktikan komitmennya, Prabowo mengaku kini menggunakan Maung, kendaraan taktis buatan dalam negeri, sebagai kendaraan dinas sehari-hari. Ia menyadari mobil tersebut masih memiliki sejumlah kekurangan, namun tetap dipilih atas dasar nasionalisme.
"Demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," kata Prabowo.
Momentum Munas HIPMI untuk Aksi Nyata
Munas HIPMI XVIII dihadiri oleh pengurus pusat dan daerah dari seluruh Indonesia. Agenda ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus pematangan strategi bisnis bagi pengusaha muda di tengah tren industrialisasi nasional.
Pemerintah sendiri terus mendorong hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam hingga manufaktur. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan nilai tambah ekspor dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Prabowo mengingatkan bahwa jika pengusaha muda tidak segera bergerak, Indonesia akan terus menjadi pasar bagi bangsa lain. "Jangan cuma jadi pasar bangsa lain," tutupnya.