Pencarian

Rp 43 Miliar Kerugian Banjir di Nagan Raya, 23 Sekolah Rusak dan Ratusan Siswa Masih Belajar di Tenda

Kamis, 11 Juni 2026 • 14:58:31 WIB
Rp 43 Miliar Kerugian Banjir di Nagan Raya, 23 Sekolah Rusak dan Ratusan Siswa Masih Belajar di Tenda
Siswa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang masih belajar di tenda setelah banjir merusak sekolah.

NAGAN RAYA — Bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Nagan Raya pada Rabu, 25 November 2025, meninggalkan luka panjang di dunia pendidikan. Sebanyak 23 gedung sekolah dasar dan menengah pertama di empat kecamatan rusak berat, dengan kerugian materi ditaksir mencapai Rp 43 miliar lebih.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, merinci kerusakan tersebut bervariasi, mulai dari rusak berat hingga ringan. Data ini telah disampaikan ke Bupati, Dinas Pendidikan Aceh, dan kementerian terkait untuk ditindaklanjuti.

Belajar di Tenda, Ratusan Siswa Menanti Sekolah Permanen

Kondisi paling memprihatinkan terjadi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Tiga sekolah di sana, yaitu SDN 1 Beutong Ateuh, SDN 2 Beutong Ateuh, dan SMPN Beutong Ateuh, hancur diterjang banjir dengan nilai kerugian mencapai Rp 13,6 miliar.

“Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pendidikan kembali berjalan dengan baik,” ujar Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, Kamis.

Hingga kini, para siswa di kawasan tersebut masih belajar di fasilitas darurat. Pemerintah daerah berharap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan perhatian khusus dengan memprioritaskan pembangunan kembali gedung sekolah di Beutong Ateuh Banggalang.

Kerugian Terbesar di Darul Makmur, Capai Rp 19,9 Miliar

Dari data yang dihimpun Dinas Pendidikan, Kecamatan Darul Makmur menjadi wilayah dengan kerusakan sekolah paling parah. Sembilan unit sekolah, termasuk SDN Lamie, SDN Kuta Trieng, SDN Kayee Unoe, dan SMPN 8 Darul Makmur, mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp 19,9 miliar lebih.

Di Kecamatan Tripa Makmur, tujuh sekolah rusak dengan kerugian Rp 6 miliar lebih. Sekolah yang terdampak antara lain SDN Babah Lueng, SDN Drien Tujoh, dan SMPN 2 Darul Makmur.

Sementara itu, banjir bandang di Kecamatan Tadu Raya merusak empat unit sekolah, meliputi SDN Alue Siron, SDN Cot Mue, SDN Cot Mee, serta SMPN 5 Kuala. Kerugian di kecamatan ini ditaksir mencapai Rp 3,4 miliar lebih.

Harapan agar Proses Pendidikan Kembali Normal

Bupati Teuku Raja Keumangan menekankan pentingnya normalisasi proses pendidikan. Menurutnya, siswa harus bisa belajar dalam kondisi aman dan nyaman, bukan di tenda darurat.

“Sehingga diharapkan proses pendidikan dapat berlangsung secara normal, aman, dan membuat para siswa nyaman dalam menimba ilmu di sekolah,” kata Teuku Raja Keumangan.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya kini terus mendesak pemerintah pusat agar anggaran perbaikan dan pembangunan sekolah-sekolah yang rusak segera turun. Tanpa intervensi cepat, dikhawatirkan aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak akan terus terhambat.

Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks