Pencarian

Serapan Gabah Bulog Tembus 77 Persen per Awal Juni, BPK Acungi Jempol Kinerja Keuangan

Minggu, 14 Juni 2026 • 21:12:01 WIB
Serapan Gabah Bulog Tembus 77 Persen per Awal Juni, BPK Acungi Jempol Kinerja Keuangan
Serapan gabah Bulog mencapai 77 persen per awal Juni 2024.

ACEH — Pimpinan VII BPK RI, Slamet Edy Purnomo, menilai keberhasilan ini bukan sekadar soal angka. Menurutnya, serapan yang tinggi menjadi indikator penting bahwa Bulog mampu menjalankan mandat strategis negara, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung program swasembada pangan. “Ini merupakan capaian yang sangat baik dan menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Strategi Jemput Gabah dan Sinergi Daerah

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa capaian 77 persen ini merupakan hasil dari strategi penyerapan yang agresif. Pihaknya terus memperkuat pola jemput gabah langsung ke petani, meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, dan mengoptimalkan gudang-gudang yang tersebar di berbagai titik.

“Kami akan terus bekerja maksimal untuk memastikan seluruh hasil panen petani terserap dengan baik, sehingga kesejahteraan petani meningkat,” kata Rizal. Ia menambahkan, apresiasi dari BPK menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan yang baik berjalan seiring dengan performa operasional yang solid.

Dampak Langsung ke Petani dan Stabilitas Pangan

Bagi petani, serapan besar ini berarti kepastian pasar saat musim panen raya. Harga gabah di tingkat petani punya peluang lebih stabil karena Bulog hadir sebagai pembeli utama. Di sisi nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ikut terisi, memperkuat posisi pemerintah dalam mengendalikan inflasi pangan.

Slamet Edy Purnomo menegaskan BPK akan terus mengawal program-program ini. “BPK akan terus mendukung dan mengawal program-program strategis pemerintah agar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat optimal bagi petani, masyarakat, serta ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Penyerapan gabah dan beras dalam negeri menjadi salah satu fokus pemerintah pada 2026. Langkah ini dirancang untuk memperkuat stok CBP, menjaga stabilitas harga beras di pasaran, dan mempercepat target swasembada pangan berkelanjutan yang menjadi prioritas nasional.

Bagikan
Sumber: tanimerdeka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks