ABDYA — Pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Susoh tahun ini menjadi momentum kebangkitan syiar Islam setelah sempat vakum selama delapan tahun. Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai desa tersebut diproyeksikan sebagai langkah awal memperkuat kafilah Aceh Barat Daya (Abdya) di level provinsi.
Ketua panitia pelaksana, Yulisman, S.Ag, mengungkapkan bahwa kompetisi ini merupakan kerinduan masyarakat akan kegiatan keagamaan yang kompetitif. Terakhir kali, Susoh menggelar MTQ tingkat kecamatan pada 2018 silam di Desa Durian Rampak.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya yang telah menginisiasi dan memotivasi kembali pelaksanaan MTQ ini. Ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan semangat masyarakat terhadap syiar Al-Qur’an,” ujar Yulisman saat menyampaikan laporan panitia.
Sebanyak 95 peserta dari 15 desa di Kecamatan Susoh tercatat ikut berkompetisi. Meskipun baru mencakup sebagian dari total 29 desa yang ada, panitia optimis partisipasi desa akan meningkat pada tahun-tahun mendatang seiring intensifnya pembinaan di tingkat akar rumput.
Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Zaman Akli, memberikan atensi khusus pada gelaran ini mengingat Abdya akan mengemban mandat besar sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Aceh ke-38 pada 2027 mendatang. Ia menegaskan bahwa persiapan kualitas peserta harus dimulai sejak dini dari level kecamatan.
“Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kita harus mempersiapkan diri tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai peserta yang mampu bersaing dan meraih prestasi,” kata Zaman Akli.
Menurutnya, kesuksesan Abdya nantinya tidak hanya diukur dari kemeriahan acara sebagai tuan rumah, tetapi juga dari kemampuan melahirkan qari dan qariah terbaik. Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an dapat diimplementasikan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari di tengah tantangan modernisasi.
Untuk menjamin kualitas hasil seleksi, panitia mendatangkan dewan hakim dari luar Kecamatan Susoh. Para juri berasal dari LPTQ Kabupaten Aceh Barat Daya serta sejumlah pakar dari Kecamatan Manggeng, Tangan-Tangan, Lembah Sabil, dan Jeumpa.
Terdapat beberapa cabang yang diperlombakan dalam ajang yang berlangsung hingga 7 April 2026 ini, antara lain:
Camat Susoh, Teuku Nasrul, menambahkan bahwa MTQ merupakan sarana strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menilai pembangunan nilai keislaman harus menjadi fondasi utama bagi pemuda Susoh dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.