BIREUEN — Jalan alternatif yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen itu menjadi momok bagi pengguna jalan. Lubang menganga di aspal memaksa pengendara melakukan manuver mendadak, yang justru berujung pada kecelakaan tunggal.
Warga Desak Perbaikan Sebelum Korban Bertambah
Rahmat (42), warga Gampong Geulanggang Teungoeh, Kecamatan Kota Juang, menyuarakan kekesalannya. Ia menilai pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap bahaya yang mengintai setiap hari.
“Kami meminta Pemkab Bireuen tidak tutup mata, atas kondisi jalan yang kini berlubang dan sangat beresiko terhadap pengendara,” ujarnya kepada Metro Aceh, Rabu (13/5).
Keluhan serupa disampaikan Sahrul yang melintas di kawasan tersebut sore harinya. Menurutnya, lubang-lubang itu bukan sekadar mengganggu kenyamanan, melainkan sudah merenggut keselamatan warga.
“Gara-gara mengelak lubang, sering kali para pengendara jatuh dan ada yang terperosok. Semoga Pemkab Bireuen merespon kondisi ini dan memperbaiki kerusakan,” harap Sahrul.
Kendala Produksi Aspal di AMP Jadi Hambatan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen, Ir Fadhli Amir, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng, mengakui adanya kerusakan di titik tersebut. Namun, perbaikan tertunda karena faktor teknis.
“Begitu sudah ada aspal langsung kita patching lagi, sebelumnya sudah ada sebagian sudah kita patching dan di stop sementara karena habis aspal,” terang Fadhli saat dikonfirmasi, Rabu (13/5) siang.
Pihaknya saat ini masih menunggu produksi aspal dari Asphalt Mixing Plant (AMP). Setelah stok tersedia, penambalan lubang (patching) akan segera dilanjutkan di ruas jalan elak Gampong Geulanggang Teungoh tersebut.
Jalur Padat yang Kian Berbahaya
Ruas jalan elak ini dikenal sebagai jalur alternatif yang padat dilintasi kendaraan, terutama untuk menghindari kemacetan di pusat kota. Sayangnya, kondisi berlubang justru menciptakan risiko baru.
Pengendara roda dua menjadi kelompok paling rentan. Mereka kerap kehilangan keseimbangan saat mencoba menghindari lubang, atau justru terperosok hingga terjatuh. Belum ada laporan korban jiwa, namun insiden kecelakaan ringan disebut warga hampir terjadi setiap pekan.