ACEH BARAT DAYA — Sorak-sorai penonton terdengar riuh saat puluhan layang-layang tradisional milik peserta saling adu tinggi dan ketahanan di udara. Kegiatan yang berlangsung di Gampong Gunong Cut, Kecamatan Tangan-Tangan, ini merupakan bagian dari agenda hiburan masyarakat dalam program TMMD ke-128 Kodim 0110/Abdya.
Pasiter Kodim 0110/Abdya, Kapten Inf Faryanda, menjelaskan bahwa tingginya minat anak muda terhadap permainan tradisional menjadi alasan utama dipilihnya turnamen ini. "Lomba layang-layang ini kami hadirkan untuk menambah kemeriahan TMMD sekaligus memperkuat kebersamaan warga," ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan semata. "TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga wadah untuk memperkuat hubungan emosional dan semangat gotong royong bersama masyarakat," kata Faryanda.
Sejak siang hari, area perlombaan dipadati warga dari berbagai gampong di sekitar lokasi TMMD. Para peserta, yang didominasi pemuda dan remaja, membawa layang-layang dengan beragam bentuk dan warna untuk memperebutkan predikat terbaik.
Warga berharap pergelaran yang akrab disebut "layang tunang" ini dapat terus digelar di masa mendatang. Alasannya, selain menghadirkan hiburan rakyat, turnamen ini dinilai mampu menjaga permainan tradisional agar tetap diminati oleh generasi muda di tengah gempuran gawai.
Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0110/Abdya, Letkol Inf Rana Mega Al-Amin S.IP, melalui Pasiter Kapten Inf Faryanda menegaskan bahwa program TMMD memiliki dimensi yang lebih luas. Selain membangun infrastruktur desa, kegiatan seperti turnamen layang-layang menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan sosial antarwarga serta membangun komunikasi yang lebih dekat antara TNI dan masyarakat.
Suasana meriah terus terlihat sepanjang perlombaan. Sorak-sorai dan tepuk tangan penonton pecah setiap kali layang-layang peserta berhasil bertahan lama di udara. Momen ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat Aceh Barat Daya.