Prakirawan BMKG Aceh, Dedi Ardana, menyebutkan titik panas terbanyak terpantau di Aceh Selatan dan Singkil. Selain itu, Gayo Lues mencatat satu titik, sementara beberapa titik lainnya terdeteksi di Aceh Barat dan Aceh Barat Daya.
Kondisi ini menjadikan kedua wilayah tersebut sebagai daerah yang paling rawan terdampak karhutla. “Secara umum, cuaca panas masih mendominasi sebagian besar wilayah Aceh dalam satu hingga dua hari ke depan,” ujar Dedi, Selasa (1/9/2026).
Ia menambahkan, wilayah lain seperti Sabang, Aceh Besar, Banda Aceh, serta kawasan Utara dan Timur Aceh juga masih dalam kondisi cukup panas. Suhu rata-rata di Aceh saat ini berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara 60 hingga 90 persen.
Imbauan untuk Warga: Waspadai Pembersihan Lahan
Dengan tingginya titik panas dan kondisi wilayah yang kering, BMKG Aceh mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan ini paling relevan bagi warga di wilayah Utara, Timur, dan Tengah Aceh.
Sedangkan untuk wilayah Tenggara Aceh dan Aceh Tamiang, kondisi hari ini masih cukup kondusif. Meski begitu, pada sore hari terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan. Angin bertiup dari arah Tenggara menuju Timur Laut dengan kecepatan 20 hingga 25 kilometer per jam.
Kondisi Gelombang Laut: Perairan Utara Sabang Capai 2 Meter
Dari sisi kelautan, tinggi gelombang di perairan Sabang hingga Malahayati berkisar antara 0,5 hingga 0,75 meter. Wilayah Utara dan Timur Aceh juga relatif kondusif dengan ketinggian serupa.
Sementara itu, perairan Barat dan Selatan Aceh mencatat gelombang antara 0,5 hingga 1,5 meter. Untuk wilayah Utara Sabang, tinggi gelombang bisa mencapai 2 meter, sehingga nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau meningkatkan kewaspadaan.